Home TANGERANG HUB Proyek Jalan Mangkrak

Proyek Jalan Mangkrak

1
SHARE
JALAN PUTUS: Salah seorang warga RT 02/03, Kelurahan Pondok Bahar, memperlihatkan jalan yang terputus di sisi Kali Angke, Minggu (12/8). FOTO: Angger/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Pengerjaan jalan disisi Kali Angke Kelurahan Pondok Bahar mangkark. Akibat terhentinya proyek tersebut, akses warga jadi terputus karena tak dapat dilalui.

Ketua RT 02 Rw 03, Priyatno mengatakan, dari total 800 meter jalan, baru sepanjang 400 meter yang sudah dikerjakan dengan cara dicor. Akibatnya 400 meter sisanya belum dibangun dan kini kondisinya memprihatinkan. Bahkan jika hujan datang, tanah yang dipergunakan untuk mengurug terbawa aliran air hujan sehingga membuat beberapa titik menyisakan rangka pengerjaan. Telebih tidak adanya turab membuat trek tersebut rawan jebol.

“Sekarang tanah yang digunakan untuk mengurug sudah hancur. Kalau dibiarkan akan membahayakan masyarkaat. Bahkan kami sempat mendatangi walikota dan DPRD berjanji akan menindaklanjuti,” ucapnya kepada Tangerang Ekspes, Minggu (12/8).

Priyatno mengatakan, warga mendesak pemkot mengganggarkan biaya perawatan tanggul. Tujuannya agar tidak ada kejadian yang dapat membahayakn warga. “Ada kompensasi lah, apalagi sudah lama tidak ada pengerukan,” tambahnya.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Tasril Jamal menambahkan, mangkraknya pembangunan tanggul membuat masyarakat mendesak pemerintah pusat, Pemprov dan Pemkot Tangerang untuk secepatnya menyelesaikan proyek tersebut. Bahkan, jika tidak keseriusan dari pemerintah pihaknya mengancam akan melakukan boikot. “Kita pemberi pajak loh, jangan setengah-setengah pengerjaannya,” cetusnya.

Sekadar diketahui, sejak dibangunnya tanggul pada tahun 2008 silam kawasan tersebut sudah tidak lagi kebanjiran karena sudah terdapat tanggul paku bumi yang bersifat permanen. Pantauan langsung, pengerjaan proyek terkesan asal jadi. Itu disebabkan karena adanya pipa pembuangan air yang melintang diatas joging trek sehingga menghalangi jalan.

Lurah Pondok Bahar Kurnain  mengatakan, pihaknya tidak mengetahui secara persis kronologis dari pengerjaan proyek tersebut. Itu disebabkan karena dirinya baru satu tahun menjabat sebagai lurah di lokasi tersebut dan proyek tersebut sudah terealisasi. Menurutnya, berdasarkan sepengetahuannya pengerjaan joging track dilakukan dengan anggaran dari pusat. “saya akan coba tanyakan ke pimpinan. Apakah ini masuk ke pusat atau pemerintah kota,” pungkasnya. (mg-6)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here