Home OLAHRAGA Indonesia VS Palestina, Perang Saudara

Indonesia VS Palestina, Perang Saudara

0
SHARE
Stefano Lilipaly

JAKARTA-Timnas Palestina memang mendapat dukungan spesial dari suporter Indonesia. Dalam dua pertandingan yang sudah dijalani di Asian Games 2018, yakni ketika imbang lawan Taiwan (10/8) dan menang lawan Laos (12/8). Tapi, di pertandingan ketiganya nanti malam, anak asuh dari Ayman Sandouqa itu tampaknya tidak akan mendapat support yang sama.

Bahkan, bisa jadi dukungan itu berubah jadi tekanan. Berbalik jadi teror menakutkan bagi Palestina. Sebab, yang jadi lawan adalah tuan rumah, Timnas Indonesia U-23 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi.

Ayman mengakui hal tersebut. Dia juga tidak masalah. Yang jelas anak asuhnya sudah sangat siap ketika 90 menit malam ini timnya akan mendapatkan banyak tekanan, baik di lapangan atau di tribun stadion. ’’Ya kami tahu itu, tapi kami tetap apresiasi. Masyarakat Indonesia sudah membuat Palestina layaknya rumah sendiri selama kami di sini,’’ paparnya.

Dia juga menjelaskan bahwa Indonesia tetaplah saudara Palestina. Pertandingan malam nanti hanyalah sebuah ajang meraih prestasi. ’’Kami tetap menganggap Indonesia adalah rumah kedua Palestina. Kehangatan masyarakat di sini luar biasa, terima kasih,’’ jelasnya.

Mohammed Rashid setuju dengan apa yang dikatakan pelatihnya. Dia sendiri dan tim tidak menyangka bahwa masyarakat Indonesia sudah memberi dukungan yang luar biasa dalam dua pertandingan terakhir. ’’Ya kami tahu Indonesia selama ini sangat peduli dengan apa yang terjadi di negara kami. Tapi kami tidak menyangka bahwa dukungan terhadap timnas kami seperti ini, kami terharu,’’ ungkapnya.

Tapi, dia juga tidak kaget ketika malam nanti suporter tidak akan ada yang mendukungnya. Malah bakal memberi teror sepanjang pertandingan. Rashid mengatakan hal tersebut sudah biasa dan pernah terjadi sebelumnya. ’’Ketika di Vietnam kami juga diteror oleh puluhan ribu suporter saat melawan tuan rumah. Ya kami sudah punya cara mengatasi itu, jadi tidak masalah,’’ bebernya.

Asisten Pelatih Timnas Indonesia Bima Sakti menjelaskan Palestina memang spesial bagi masyarakat Indonesia. Saudara seperjuangan yang wajib dibela. ’’Kami sangat respek terhadap Palestina,’’ ucapnya. Namun, ketika di atas lapangan malam nanti, Bima dan anak asuhnya tetap harus profesional. Tetap menganggap Palestina adalah lawan yang harus dikalahkan. ’’Kami tetap akan berjuang maksimal. Di lapangan kami lawan, setelah itu kami tetap saudara,’’ katanya.

Melawan tim dengan postur tubuh lebih tinggi kerap kali jadi momok bagi Timnas Indonesia U-23. Selain sering kalah duel udara, postur tubuh lebih kecil kerap kali membuat pemain Tim Garuda Muda sering melakukan pelanggaran ketika berduel udara atau mencoba mengambil bola dari kaki lawan. Pelatih Timnas Luis Milla menyadari hal itu. Palestina dilihatnya pasti bakal memanfaatkan postur tinggi pemainnya untuk cetak gol ke gawang Andritany Ardhiyasa. Memanfaatkan tiap momen crossing atau sepakan bebas untuk membuka peluang mencetak gol.

Karena itulah, lini pertahanan timnas dirotasi khusus lawan Palestina. Pemain yang punya tipikal menyerang seperti Rezaldi Hehanusa dan I Putu Gede dibangkucadangkan. Pelatih asal Spanyol itu memilih Gavin Kwan Adsit dan Bagas Adi yang lebih kuat bertahan dan punya kekuatan duel udara. Selain itu, anak asuhnya diingatkan untuk tidak sering melakukan pelanggaran. Terutama di area pertahanan sendiri. Sebab, sepakan bebas sangat mengancam gawang timnas. ’’Ya coach (Milla) bilang untuk mengurangi itu agar crossing lambung ke daerah pertahanan bisa dikurangi,’’ terang Bima Sakti.

Bima juga mengatakan pelanggaran di daerah pertahanan sendiri sering membuat Indonesia kalah. Dia mencontohkan ketika melawan Korea Selatan pada laga uji coba pada 23 Juni lalu. Saat itu, dua gol yang bersarang ke gawang Hansamu Yama dkk berasal dari bola mati. ’’Ya berdasarkan pengalaman itu Coach minta mengurangi pelanggaran, hati-hati ketika mengambil bola ataupun berduel,’’ paparnya.

Dia berharap anak asuhnya bisa mengerti hal tersebut. sebisa mungkin, walau bermain dengan tensi tinggi, pelanggaran yang tidak perlu harus dikurangi. Juga benar-benar fokus ketika melakukan penjagaan ketika sepakan bola mati.

Bagas Adi membenarkan jika pelatihnya meminta agar pemain, terutama lini belakang mengurangi pelanggaran yang tidak perlu. Selain berakibat fatal bagi lini belakang, pelanggaran juga nantinya berbuntut pada kartu dan merugikan tim di pertandingan selanjutnya.

’’Saya akan ikuti instruksi pelatih. Kami sudah lihat video pertandingan lawan juga, jadi tinggal jalankan dengan baik instruksi pelatih saja,’’ jelasnya.

Septian Adi juga menjelaskan pertandingan lawan Palestina pasti sulit. Milla memang tidak menerapkan strategi khusus. Hampir sama dengan strategi biasanya tapi diakuinya ada perubahan di beberapa hal. Salah satunya dia yang biasanya berkonsentrasi membuka ruang dan mengalirkan bola kali ini fokus untuk ikut  maju ke depan ketika melakukan serangan balik.

Selain itu, beberapa tips juga diberikan agar timnya tidak benar-benar kalah ketika duel udara. Septian misalnya, karena banyak beroperasi di tengah, Milla memintanya untuk sesering mungkin melakukan gangguan kepada pemain Palestina ketika duel udara. Gangguan yang juga bisa membuat konsentrasi lawan terpecah. ’’Kami juga diminta jaga satu-satu pemain lawan, pressing sejak di tengah,’’ tegasnya.

Sementara itu, selain lini belakang dan tengah yang bakal bekerja keras, posisi penting yang akan jadi salah satu titik untuk mematikan serangan Palestina adalah kiper. Untungnya, timnas kali ini punya stok kiper yang mumpuni. Baik pemain senior Andritany yang masuk skuad utama, juga kiper pelapis Awan Setho. Kedua kiper tersebut punya skill memetik bola umpan crossing cukup baik. Meski Andritany dan Awan hanya punya tinggi badan 180 serta 175 centimeter, keduanya punya lompatan yang cukup bagus ketika memotong crossing lawan.

Pelatih Kiper Timnas Julio Banuelos membenarkan hal tersebut. Dia bahkan memuji kedua kiper timnas itu merupakan kiper terbaik di Asian Games 2018 kali ini. ’’Saya juga sudah memberikan instruksi khusus untuk itu, tapi saya percaya kiper Indonesia terbaik saat ini,’’ bebernya. (jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here