Home TANGERANG HUB RS UIN Jadi Rujukan Laktasi

RS UIN Jadi Rujukan Laktasi

1
SHARE
KONSULTASI: Ibu menyusui berkonsultasi dengan dokter spesialis anak di Rumah Sakit UIN Syarif Hidayatullah, Minggu (12/8)

CIPUTAT-Rumah Sakit Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, di Ciputat, menjadi rumah sakit pertama yang memiliki klinik Laktasi di Kota Tangsel. Karena itu, RS UIN jadi rujukan laktasi.

Di rumah sakit ini, ada 6 dokter spesialis anak yang siap membantu ibu-ibu menyusui yang memiliki masalah laktasi.

Penanggung Jawab Laktasi pada Rumah Sakit UIN Syarif Hidayatullah dokter Anjar Setiani mengatakan, klinik laktasi mulai dibuka dan melayani warga sejak awal 2017.

“Dokter yang ada siap melayani masalah laktasi yang tak jarang dialami ibu-ibu menyusui,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres seusai Seminar Laktasi di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah, Minggu (12/8).

Anjar menambahkan, masalah yang biasa dihadapai ibu-ibu menyusui adalah bayi bingung puting kembali menetek. Artinya, bayi sejak lahir diberi susu menggunakan dot, sehingga saat diberi ASI secara langsung bayi tersebut kebinggungan dan menolaknya. Hal tersebut banyak dialamai bagi orangtua yang baru pertama memiliki anak.

Meskipun belum lama dibuka, saat ini tiap bulan pasien yang datang ke klinik laktasi dari 40 sampai 50 pasien dan rata-rata berasal dari rumah sakit lain. “Konseling di klinik kita hanya Rp 100 ribu dan tidak ada batasan waktunya,” jelasnya.

Sementara itu, Manejer Medis RS Syarif Hidayatullah dokter Yenny Very Handayani mengatakan, klinik laktasi buka setiap hari. Untuk Senin sampai Sabtu buka mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIB, sedangkan Minggu dari 08.00 sampai 12.00 WIB. “Saat ini klinik laktasi jadi andalan kita,” ujarnya.

Yenny menambahkan, poli laktasi lokasinya berada menyatu dengan lantai ruang atau rawat kebidanan, bayi, kamar operasi. “Sehingga, bagi ibu melahirkan dan jika mengalami kendala ASI bisa langusng konsultasi atau dokter mendatangi kamar pasien,” tambahnya.

Di tempat yang sama, dokter spesialis anak dr Eva Jeumpa Sulaiman mengataka, menyusui itu memiliki keajaiban lantaran pemberian ASI yidak ada waktunya. “Jika anak nangis ibu bisa meberi ASI tanpa ada waktunya,” ujarnya.

Eva menambahkan, suhu ASI tetap stabil dan mengikuti suhu tubuh ibunya. Pemberian ASI sukup mudah, tinggal bersihkan puting langsung bisa netein. Menurutnya, bayi jika tidak ditetein akan meninggal, perhatian ibu itu penting pada anak dan bayi menyerahkan hidupnya pada ibunya.

Anak yang mendapat AIS akan jadi lebih percaya diri dibanding yang minum susu. “ASI bisa bisa mengurnagi diabetes milites, penyakit jantung, keganasan. Pemberiaan ASI sebaiknya dilakukan minimal 0 sampai 6 bulan sejak anak lahir,” tuturnya. (bud/esa)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here