Home TANGERANG HUB Kali Gardu Mengering dan Membau

Kali Gardu Mengering dan Membau

1
SHARE
KERING: Seorang warga menunjukan kondisi Kali Gardu di Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji, yang mengering dan membau. FOTO: Zakky/Tangerang Ekspres

PAKUHAJI – Kemarau, kondisi Kali Gardu di Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji mengering dan tercium aroma bau tak sedap. Dengan demikian, warga tidak bisa menggunakan sumber air tersebut untuk kebutuhan rumah tangga.

Marsi, seorang warga mengatakan, masyarakat menggunakan air dari saluran tersier Sungai Cisadane atau dikenal Kali Gardu untuk kebutuhan mencuci pakaian, mandi dan kebutuhan sawah para petani. Karena kali tersebut surut dan bau, maka warga mencari akal untuk mendapatkan sumber air lain.

“Kami sudah tidak bisa pakai air Kali Gardu sejak Juni lalu. Sekarang, banyak warga yang meminta air ke tetangga dan musola. Selain itu, membeli air dari tukang air keliling,” kata Marsi, warga Kampung Gardu RT 02/08, Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji itu, Selasa (28/8).

Ia mengungkapkan, kondsi Kali Gardu sudah mengalami pendangkalan karena lumpur dan sampah. Ditambah lagi, kemarau yang berkepanjangan memperburuk kondisi kali tersebut. Sehingga, lanjutnya, sekarang Kali Gardu mengering dan bau.

Dahulu, tuturnya, saluran air Kali Gardu mengalir dengan baik. Kali tersebut memiliki kedalaman 1 sampai 1,5 meter. Sekarang kedalaman air hanya 0,5 meter. Menurutnya, itupun kedalaman 0,5 meter bercampur dengan lumpur. Seharusnya, instansi terkait harus menormalisasi Kali Gardu secepatnya.

“Sebenarnya kali ini dibuat untuk kebutuhan warga mencuci pakaian, mandi dan mengairi persawahan, bukan sekedar saluran pembungan air limbah rumah tangga dari pemukiman warga,” ujarnya.

Kepala Desa Kramat Nur Alam mengatakan, tahun ini, pihaknya sudah mengusulkan proyek normalisasi Kali Gardu di Desa Kramat. Sebab, jelasnya, kali tersebut menjadi sumber air untuk kebutuhan warga di 40 RT di dalam 30 RW. Baginya, proyek normalisasi Kali Gardu begitu penting untuk masyarakat.

“Kalau kami saksikan, Kali ini sudah tidak berfungsi lagi untuk kebutuhan mencuci pakaian, mandi dan sawah sejak beberapa bulan lalu. Sebab, kali tersebut mengalami pendangkalan akibat lumpur dan tumpukan sampah,” imbuhnya.

Sekretaris Camat (Sekcam) Pakuhaji Yandri Permana, tahun ini, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang sudah merealisasikan proyek normalisasi kali di Desa Kohod. Sebab, pendangangkalan di desa tersebut menyebabkan kebanjiran saat hujan deras.

“Kami juga sudah mengusulkan proyek normalisasi Kali Gardu di Desa Kramat pada 2018 ini. Semoga, bisa terealisasi pada 2019 mendatang,” harapnya. (mg-2/mas)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here