Home NASIONAL Tekan Defisit, Jokowi Minta Bantuan Pengusaha

Tekan Defisit, Jokowi Minta Bantuan Pengusaha

0
SHARE
BERTEMU PENGUSAHA MUDA: Presiden Jokowi bertemu dengan pengusaha Generasi Kedua, di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. (Foto: Rahmat/Humas)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta pelaku usaha ikut menekan defisit transaksi berjalan (CAD). Dalam pertemuan dengan 26 pengusaha generasi kedua di Istana Merdeka Jakarta, Jokowi meminta mereka membantu mengatasi persoalan tersebut.

Jokowi mengatakan, saat ini pemerintah menyiapkan sejumlah cara untuk menekan defisit. Di antaranya, penerapan kebijakan biodiesel 20 persen yang bisa menekan angka impor migas hingga USD 11 miliar tahun ini. Selain itu, pemerintah akan me-review barang-barang impor yang masuk ke Indonesia.

Cara lainnya memaksimalkan pendapatan dari sektor pariwisata. Saat ini pemerintah bisa meningkatkan angka kunjungan hingga 17 juta wisatawan mancanegara. ”Hal-hal seperti itu yang enggak pernah kita hitung secara detail,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah tengah berupaya menaikkan angka ekspor. Agar bisa bersaing, Jokowi berharap para pelaku usaha meningkatkan kualitas produk dan kemasannya. ”Masih banyak peluang perbaikan yang harus kita lakukan,” imbuhnya.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan, pada prinsipnya pelaku usaha siap mendukung rencana pemerintah. Sebab, keberlangsungan usaha sangat berkaitan dengan stabilitas kondisi ekonomi nasional. ”Dunia usaha dengan pemerintah harus satu, solid, dan karena ini bukan masa-masa yang mudah, juga karena di tengah-tengah tekanan mata uang kita,” ujarnya.

Terkait dengan sejumlah rencana yang disiapkan pemerintah, pihaknya memberikan catatan. Soal review terhadap barang impor, misalnya, pihaknya berharap pemerintah berhati-hati. Kebijakan tersebut tidak menjadi persoalan jika yang di-review adalah barang konsumsi. Namun, jika barang itu masuk dalam jenis barang bahan baku, kebijakan tersebut bisa mengganggu produktivitas. Karena itu, dia berharap pemerintah bisa menjalin komunikasi dengan pelaku usaha di semua bidang.

Untuk kebijakan B20, Rosan menilai kebijakan itu tidak menjadi persoalan. Bahkan, dalam pertemuan kemarin, salah satu perusahaan batu bara, Adaro, berkomitmen untuk menjalankannya mulai September. (far/c6/oki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here