Home OLAHRAGA Cilegon United Menang (2-1) Atas PSIR Rembang Tapi Masih Butuh Perbaikan

Cilegon United Menang (2-1) Atas PSIR Rembang Tapi Masih Butuh Perbaikan

0
SHARE
ZONA MERAH: Pemian Cilegon United (kanan) sukses meraih poin penuh saat menjamu PSIR Rembang dengan mencatat kemenangan 2-1.

CILEGON United (CU) berhasil bangkit di laga melawan PSIR Rembang di Stadion Krakatau Steel, kemarin sore (13/9). CU menang tipis 2-1 dihadapan pendukungnya melalui dua gol yang dibuat Abdul Azis pada menit ke-7 melalui titik penalti dan pemain baru CU, Nunung Dwi menit 24. PSIR memperkecil kekalahan melalui gol Efendi di menit 75.

Hasil ini membuat CU mengoleksi 19 poin namun belum mampu beranjak dari posisi ke-10 klasemen sementara. Nilai yang dimiliki CU sama dengan yang dikoleksi PSPS Riau yakni 19 poin namun CU kalah head to head dengan PSPS. Sementara kekalahan kemarin membuat PSIR semakin terbenam di dasar klasemen dengan torehan 15 poin.

Pelatih CU Sasi Kirono bersyukur timnya mampu bangkit dan menang di laga melawan PSIR Rembang. Kendati demikian ada sejumlah catatan yang wajib diperbaiki agar tim ini di laga selanjutnya lebih bagus permainanya.

“Saya berterimakasih kepada skuat yang berjuang maksimal sehingga bisa meraih 3 poin. Saya juga bersyukur didebut perdana saya menangani CU bisa mempersembahkan kemenangan,” ujar Sasi.

Dalam kesempatan ini, mantan pemain Petrokimia Putra ini mengatakan, ia akan segera melakukan evaluasi di latihan agar performa anak asuhnya semakin padu dalam menyerang dan bertahan.

“Tim memerlukan pembenahan. Misalnya pemain jangan panik jika lawan menekan daerah pertahanan. Dengan disiplin tinggi hal ini tidak perlu dirisaukan. Selain itu ia berharap koordinasi antar pemain juga ditingkatkan sehingga kompak dan tidak kehilangan bola baik saat menyerang atau bertahan,” jelas dia.

Sementara itu, asisten pelatih PSIR Rembang yang juga legenda klub tersebut Hadi Surento menuturkan, pihaknya menerima kekalahan ini. Ia menuturkan pada babak pertama timnya sengaja untuk bertahan untuk mewujudkan misi mencuri poin. Namun gol penalti yang didapat timnya di menit awal laga membuat semangat anak asuhnya rontok.

“Kami juga kecewa wasit menganulir gol kami. Ini membuat anak-anak menjadi emosi dan hilang konsentrasi,” kata Hadi.
Pada babak kedua ia menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil menyerang. Hasilnya mampu mencetak gol melalui Efendi di menit 75. Namun sayang beberapa peluang gagal menjadi gol. “Kami harus bangkit di laga selanjutnya. Kami akan berusaha untuk lepas dari jurang degradasi,” tutupnya. (apw/rbnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here