Home TANGERANG HUB Airin Buka MTQ Tangsel, Kompak Nyanyi Bersama

Airin Buka MTQ Tangsel, Kompak Nyanyi Bersama

1
SHARE
NYANYI LAGU RELIGI: Seniman Dik Doank (kiri) memandu Walikota Airin Rachmi Diany, Wakil Walikota Benyamin Davnie, Sekda Muhamad, Ketua DPRD M Ramlie Kapolres AKBP Ferdi Irawan, Kajari Bima Prayoga dan sejumlah kepala OPD nyanyi bersama di panggung utama pembukaan MTQ IX di Pamulang, Kota Tangsel, Senin (17/9) malam. FOTO: Miladi/Tangerang Ekspres

PAMULANG-Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) IX dan MTQ Pelajar V Kota Tangsel, resmi dibuka, Senin (17/9) malam. Walikota Airin Rachmi Diany, membuka acara dengan pemukulan bedug sebagai tanda.

Dalam acara yang dihelat di Pamulang ini, para tokoh Kota Tangsel kompak bernyanyi. Mereka naik ke panggung untuk menghibur warga. Dengan dipanduk musisi asal Tangsel, Dik Doank, Walikot Airin, Wakil Walikota Benyamin Davnie, Kapolres AKBP Ferdi Irawan, Kajari Bima Suprayoga, Ketua DPRD Moch Ramlie dan sejumlah kepada OPD ikut menyumbang lagu.

Para pimpinan daerah ini, menyanyikan lagu berjudul “alhamdulillah” karya Opick. Tak cuma satu lagu, para pejabat ini pun menyanyikan lagi yang tengah populer, ‘din assalam’ yang dipopoulerkan Nisa Sabyan. Sajian hiburan ini, dilakukan Airin dan para pejabat setelah pembukaan memasuki babak akhir.

Dalam sambutannya, Airin mengatakan, jika ditelusuri dari sisi makna, MTQ yang dilaksanakan merupakan suatu kegiatan yang sangat mulia. MTQ memiliki peran untuk mendekatkan masyarakat dengan Alquran, dalam arti mendorong masyarakat untuk lebih meningkatkan pemahaman tentang isi dan kandungan kitab suci Alquran.

“Serta mendorong masyarakat untuk mengamalkan apa yang telah difahami tersebut melaui sikap dan perilaku sehari-hari,” ujarnya.

Airin menambahkan, sering diungkapkan jika MTQ bukanlah sebuah acara seremonial belaka dan bukan ajang untuk mencari yang terbaik dalam kategori yang dilombakan. Melainkan sebuah kegiatan yang memiliki kandungan nilai dakwah yang sangat tinggi.

“Ini kiranya menjadi landasan prinsipil mengapa MTQ perlu untuk dilaksanakan, baik tingkat kelurahan maupun kecamatan,” katanya.

Penanaman nilai-nilai keagamaan sejak dini sangat penting untuk mendukung karakter atau kepribadian bagi generasi penerus.

Dalam situasi dan kondisi seperti saat ini, penanaman nilai-nilai keagamaan juga diperlukan untuk mengantisipasi dan mencegah pengaruh negatif dari pergaulan bebas. “Era komunikasi tanpa batas dan perkembangan teknologi serta globalisasi,” tambahnya.

Airin berharap, dengan adanya MTQ bisa mengarahkan kita untuk mencintai Alquran, yang bagi umat muslim merupakan sumber petunjuk dan pedoman hidup yang tidak pernah kering.

Bagi kaum muslim, Alquran merupakan penuntun kehidupan untuk memperoleh kebahagiaan dunia maupun akhirat. Alquran tidak hanya berisi prinsip-prinsip keimanan. Namun, juga berisi sumber-sumber nilai universal, ilmu pengetahuan dan hikayat kehidupan.

“Ini dikemas dengan bahasa yang indag, penuh dengan filosofi keteladanan, dan pesan moral yang luhur dan agung,” jelasnya.

Ibu dua anak tersebut juga menyampaikan terima kasih kepada dewan hakim yang telah dilantik. Menurutnya, ada satu makna yang harus dipahami dari proses pelantikan. Pelantikan pada kahekatnya adalah amanah dan kepercayaan, dengan demikian mereka yang dilantik memiliki kewajiban untuk menjalankan dan memegang teguh amanat tersebut.

Tanggung jawab untuk menyukseskan MTQ merupakan tanggung jawab semua pihak. Oleh karena itu, Airin minta agar kita sama-sama bekerja sama-sama, bersinergi dan bahu membahu dalam menunaikan tanggung jawab tersebut.

“Yang tidak boleh kita lupakan, marilah senantiasa kita berdoa kepada Allah SWT agar kegiatan MTQ dapat berjalan dengan lancar,” tuturnya.

Sementara itu, ASDA III Sekretariat Daerah Kota Tangsel yang sekaligus ketua panitia Teddy Meiyadi mengatakan, MTQ digelar sebagai sarana meningkatkan pemahaman dan penghayatan dan pengamalan isi kandungan Alquran. Juga untuk meningkatkan ukuwah dan melestarikan budaya Islam.

“Peserta MTQ umum berjumlah 420 kori dan koriah, serta MTQ pelajar sebanyak 400 kori dan koriah,” ujanrya.

Di tempat yang sama, Camat Pamulang Deden Juardi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.

“Saya berharap tentu kegiatan tersebut memiliki manfaat dan meningkatkan pemahaman dan penghayatan dan pengamalan isi kandungan Alquran dengan tujuan. Serat meningkatkan ukhuwah dan melestarikan budaya Islam,” singkatnya.

Sekretaris Panitia MTQ Syarif Hidayat mengatakan, ada 11 arena dengan 7 kategori yang dilombakan. Yakni, tilawah Alquran, kaligrafi, tafsir Alquran, fahmil Quran, syarhil Quran, makalah Alquran dan marawis.

“Yang membedakan MTQ tahun sekarang dengan sebelumnya hanya penggabungan pelaksanaan antara MTQ pelajar dan umum,” ujarnya, kepada Tangerang Ekspres, Senin (17/9) malam.

Syarif menambahkan, tiap kecamatan mengirimkan 60 peserta dan 13 majelis hakim di 10 arena. “Total ada 135 dewan hkim untuk MTQ Umum dan 40 dewan hakim untuk kategori pelajar.,” tambahnya. (bud/esa)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here