Home TANGERANG HUB 9 Bulan, 101 Nyawa Melayang di Jalan

9 Bulan, 101 Nyawa Melayang di Jalan

0
SHARE
OLAH TKP: Kepala Unit Lakalantas Satlantas Polresta Tangerang Iptu Kresna Ajie Perkasa memimpin pelaksanaan olah tempat kejadian perkara (TKP) lakalantas, belum lama ini. FOTO: Syukur Rahmat Halawa/Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Ratusan orang menjadi korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) selama sembilan bulan terakhir, di wilayah hukum Polresta Tangerang. Penyebab utama kecelakaan yang merenggut nyawa di jalanan yaitu kurang konsentrasi saat mendahului kendaraan lain.

Berdasarkan data dari Unit Lakalantas Satlantas Polresta Tangerang, lakalantas dalam kurun Januari – September 2018 sebanyak 274 kasus. Adapun korban terdiri dari 101 orang tewas dan 322 orang luka-luka, baik luka ringan maupun luka berat. Sementara total kerugian materiel mencapai Rp 657 juta.

Kepala Unit Lakalantas Satlantas Polresta Tangerang Iptu Kresna Ajie Perkasa mengatakan, para korban merupakan pengendara ataupun penumpang sepeda motor. Faktor kecelakaan didominasi ketidakhati-hatian pengendara sepeda motor saat mendahului kendaraan lain. Baik kendaraan yang berada di depan maupun di samping.

Selain kurang konsentrasi saat mendahului, para pengendara tidak jaga jarak. Sehingga benturan tidak dapat dihindari saat pengemudi atau pengendara lain rem mendadak. Rata-rata nyawa korban tidak tertolong akibat luka serius di bagian kepala, lantaran terbentur di aspal bahkan terlindas kendaraan lain.

“Mayoritas penyebab kecelakaan adalah mendahului dengan posisi tidak aman, di saat bersamaan tiba-tiba datang kendaraan lain. Apalagi kalau laju kendaraan sama-sama kencang, sangat tidak bisa menghindari kecelakaan. Ada korban yang terbentuk di aspal, ada juga yang terlindas kendaraan lain karena terjatuh,” ujar Kresna, Senin (1/10).

Sejauh ini, lanjut dia, polisi sudah memasang rambu di titik-titik rawan kecelakaan, terutama di sepanjang Jalan Raya Serang. Kondisi jalan pun juga menjadi pemicu kecelakaan, dimana laju kendaraan semakin kencang jika jalan mulus, serta jalan berlubang tidak kelihatan di malam hari karena penerangan jalan umum (PJU) tidak berfungsi.

Atas lakalantas dengan berbagai faktor tersebut, Kresna mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dalam berkendara. Bahkan beberapa korban kecelakaan ditemukan dalam keadaan tidak memakai pelindung kepala atau helm.

“Kami selalu menyampaikan imbauan agar masyarakat senantiasa taat aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara. Kepada pengendara motor agar selalu pakai helm, pergi dalam jarak dekat sekalipun,” pungkas Kresna. (srh/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here