Home TANGERANG HUB Cegah Abrasi, Himaputa Tanam Mangrove

Cegah Abrasi, Himaputa Tanam Mangrove

0
SHARE
SIAP TANAM: Himaputra dan pelajar SMKN 5 Kabupaten Tangerang siap menanam mangrove di Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, kemarin. FOTO: Mas Deden Budiman/Tangerang Ekspres

MAUK – Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Tangerang Utara (Himaputra) bersama puluhan pelajar SMKN 5 Kabupaten Tangerang menanam 100 bibit mangrove jenis Rhizophora Stylosa di Muara Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Mereka melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan perbaikan lingkungan di kawasan pesisir.

“Muara Ketapang adalah habitat mangrove tapi kondisinya memprihatinkan terdegradasi, jadi penanaman ini upaya rehabilitasi,”  Abil, Ketua Himaputra, kemarin.

Penanaman 100 bibit mangrove bersama sejumlah para pelajar itu diharapkan meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya menjaga ekosistem mangrove, sekaligus terlibat langsung menghijaukan dan menjaga kelestariannya. Sebelum menanam mangrove, terlebih dahulu digelar diskusi tentang pentingnya pelestarian hutan pantai, termasuk ekosistem mangrove.

“Hutan mangrove menjadi benteng penahan abrasi dan menjadi tempat memijah biota laut, termasuk jenis udang dan kepiting yang bisa diambil untuk dijual,” kata Abil.

Menurut dia, mangrove tersebut memiliki akar kuat dan tahan terhadap serangan hama sehingga dapat tumbuh subur di kawasan pesisir. “Bila dibandingkan dengan tanaman sejenis, ini lebih baik termasuk dapat menahan gelombang mencegah abrasi pantai,” katanya.

Dia mengatakan penanaman mangrove itu melibatkan warga setempat dan pelajar yang peduli terhadap lingkungan pesisir. Belakangan ini abrasi telah mengerus lahan produktif mulai dari Kecamatan Kosambi, perbatasan dengan DKI Jakarta hingga ke Kecamatan Kronjo yang bersebelahan dengan Kabupaten Serang.

Pembina PMR SMKN 5 Kabupaten Tangerang Rafiudin, mengatakan telah melakukan sosialisasi penanaman mangrove kepada siswa dengan tujuan untuk menjaga ekosistem pantai akibat gelombang perairan laut yang makin besar.

Dalam sosialisasi itu perlu peran pelajar terutama yang bermukim di kawasan pesisir, karena menjaga ekosistem pantai merupakan tugas bersama, tidak hanya dibebankan kepada pemerintah daerah tapi juga oleh warga. Budi daya mangrove sangat penting demi menjaga agar lingkungan pantai tidak rusak oleh hantaman gelombang laut.

Namun budidaya mangrove sangat bermanfaat selain mencegah abrasi tapi berfungsi untuk pengembangan ikan, bahan obat, dan alat kesehatan lainnya.

Rafiudin memaparkan, keterlibatan para pelajar diharapkan meningkatkan kepedulian mereka, serta pengenalan sejak dini tentang pelestarian ekosistem mangrove dan fungsinya melindungi pesisir.

Penamanan jenis mangrove menurut dia cukup jarang dilakukan oleh pelajar karena keterbatasan sumber bibit. “Kita ingin nenanamkan karakter pedeli terhadap pesisir pantai kepada generasi muda, kebetulan domisili mereka berada di pesisir pantai,” katanya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here