Home TANGERANG HUB DPMP3AKB Didik Staf Jadi Pelatih ART

DPMP3AKB Didik Staf Jadi Pelatih ART

1
SHARE
FOTO BERSAMA: Kepala DPMP3AKB Kota Tangsel Khairati (kanan duduk) foto bersama peserta training of trainer (TOT) di Perumahaan Villa Dago Pamulang, 2 dan 3 Oktober 2018. FOTO: DPMP3AKB Khairati for Tangerang Ekspres

PAMULANG-Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangsel menyiapkan pelatih asisten rumah tangga (ATR). Khususnya, ART yang diberi tugas sebagai pengasuh anak atau babysitter.

Pendidikan ini, dilakukan DPMP3AKB melalui pelatihan training of trainer (TOT) untuk stafnya, relawann pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) dan pusat pembelajaran keluarga (Puspaga).

Pelatihan yang dilaksanakan di perumahan Villa Dago Pamulang tersebut dilakukan selama dua hari, yakni 2 dan 3 Oktober 2018.

Kepala DPMP3AKB Kota Tangsel Khairati mengatakan, pelatihan dilaksanakan untuk mempersiapkan tenaga yang siap sebagai pelatih.

“Pelatih itu harus berikan pola asuh yang baik dan benar kepada keluarga. Jumlah keluarga di Tangsel itu banyak sehingga perlu banyak orang yang mau terlibat,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (2/10).

Khairati menambahkan, pelitihan diikuti 12 peserta, yakni 6 orang dari dinas dan 6 relawan. Dengan mengikuti pelatihan peserta diharapakan jadi kader atau inisiator untuk berikan ilmu yang diperoleh kepada kader-kader dan jejaring pencegahan kekerasan terhadap anak di lapangan.

Menurutnya, materi yang disampaikan antara lain bagaimana cara berkomukasi dengan anak, cara asuh anak dan lainnya. “Saya berharap, tenaga yang sudah dilatih bisa sampaikan ilmunya kepada masyarakat soal pola asuh anak,” tambahnya.

Wanita berkerudung tersebut menjelaskan, terjadinya kekerasan terhadap anak itu karena tidak kepedulian orangtua akan tumbuh kembang anak, tentang lingkungan pergaulan, serta bagaimana psikologi anak yang tidak diketahui orangtua.

Pola asuh anak menurutnya itu penting. Ada orangtua yang sibuk kerja dan serahkan anaknya kepada pembantu untuk mengurusnya. Hal tersebut tidak salah asalkan orangtua tetap puny waktu khusus buat buah hatinya. “Pembantu itu hanya membantu, bukan dia yang mendikte pola asuh anak di rumah,” jelasnya.

“Sesibuk apapun orangtua bekerja usahakan tetap komunikasi kepada anak, contohnya bisa melalui video call. Kalau itu dilakukan tentunya bisa memantau dan mengarahkan pembantu dalam pola asuh anak,” tutupnya. (bud).

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here