Home TANGERANG HUB Lahan untuk Penambahan Kelas, Bangunan Warga Dibongkar Satpol PP

Lahan untuk Penambahan Kelas, Bangunan Warga Dibongkar Satpol PP

0
SHARE
BONGKAR: Alat berat membongkar bangunan warga di RT 03/03, Kelurahan Batu Jaya, Kecamatan Batuceper, Rabu (3/10). FOTO: Abdul Azis Muslim/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Satpol PP menggusur empat bangunan di lingkungan RT 03/03, Kelurahan Batu Jaya, Kecamatan Batuceper, Rabu (3/10). Penggusuran dilakukan lantaran lahan tersebut merupakan aset pemerintah kota dan akan dipergunakan untuk penambahan ruang kelas SDN 1 Batuceper.

Kepala Satpol PP Kota Tangerang Mumung Nurwana mengatakan, bangunan yang terletak di belakang sekolah ditempati keluarga Muhidin. Lahan tersebut, kata Mumung, merupakan aset pemkot Tangerang. Rencananya, di tanah seluas 350 meter per segi itu akan dibangun penambahan ruang kelas sekolah.

Menurut Mumung, surat dari Pemerintah Kota Tangerang sudah beberapa kali disampaikan kepada warga yang bermukim di lahan tersebut untuk mengosongkan lahan. Dari kecamatan pun sudah menyampaikan hal serupa agar pemilik bangunan membongkarnya sendiri.

“Kemudian warga minta waktu satu minggu, tapi ternyata dua minggu tidak juga dikosongkan. Sudah dilakukan pendekatan juga oleh camat untuk mengosongkan,” katanya.

Bahkan menurut Mumung, salah satu warga sudah merelakan bangunannya ditertibkan. “Bahkan beliau (pemilik bangunan,red) sudah mengakui itu tanah pemerintah. Dari hasil rembukan, baru kita lakukan eksekusi,” tukasnya.

Camat Batuceper Hidayatullah mengakui, pihaknya sudah melakukan pendekatan kepada pemilik bangunan sebelum melakukan penggusuran. Dikatakan, warga yang tempat tinggalnya digusur akan direlokasi ke rumah susun di Cibodas sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota Tangerang.

“Kami akan relokasi ke Rusun di Cibodas. Karena ini menggunakan tanah pemerintah. Kecuali punya AJB, sertifikat dan surat lainnya. Tapi warga tidak punya sama sekali,” ujarnya.

Menanggapi permintaan warga terkait kerohiman, Hidayatullah mengatakan bahwa tidak ada aturan untuk memberikan kerohiman. “Enggak ada, aturannya memang enggak ada,” tambahnya.

Meski sempat diwarnai kericuhan, namun pembongkaran dapat dilangsungkan petugas Satpol PP dibantu Polisi serta TNI. Tak butuh waktu lama, petugas langsung meratakan bangunan dengan alat berat. (raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here