Home TANGERANG HUB Galian PLN Nerogtog Dikeluhkan Warga

Galian PLN Nerogtog Dikeluhkan Warga

0
SHARE
PEMBANGUNAN: Proyek STTP 150KV di nerogtog, Kecamatan Pinang, tampak semrawut. FOTO: Dihan Agus Pratama/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Galian kabel PLN di Gang Ambon, Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, dikeluhkan warga. Proyek galian itu selain mengganggu arus lalulintas juga membuat semrawut lingkungan.

Proyek itu hampir memakan separuh badan jalan. Kegiatan ini mengganggu aktivikas masyarakat. Begitu juga debu tebal saat kendaraan besar melintas.

Beberapa pengguna jalan mengeluhkan kondisi ini. Yulita Esawati, salah seorang pengendara motor yang melintas mengatakan, ia menutupi hidung menggunakan ujung kerudungnya agar debu yang bertebangan tidak terhirup. “Saya tutupi pakai kerudung biar debunya tidak terhirup,” ujarnya sambil menyeka matanya yang gatel dan perih akibat teekena debu.

Berdasarkan pantauan Tangerang Ekspres, sampah proyek penggalian untuk SKTT seperti tanah dan lumpur yang tidak mendapatkan penanganan. Lumpur hasil galian dibiarkan mengalir ke selokan, sehingga menimbulkan pendangkalan.

Sementara itu mobil pengangkut tidak cepat dalam memindahkan tanah tersebut.

Hidayat Bonmat, Kepala Kelurahan Nerogtog mengungkapkan kekecewaannya saat dimintai keterangan terkait adanya proyek galian PLN di wilayahnya. Menurutnya, kondisi tersebut tidak akan terjadi, jika penanggungjawab proyek terus berkoordinasi dengan kelurahan.

“Jujur, kami sebelumnya tidak menduga kondisinya akan seperti itu. Pengerjaannya cukup lama, terus pemasangan pipa (kabel listrik) juga, jadi mengganggu arus lalu lintas,” paparnya saat ditemui Tangerang Ekspres di kantornya.

Menurutnya, pemborongnya sulit dihubungi. Padahal pihak kelurahan tidak mengeluarkan izin.

Mengenai penanganan kondisi yang tidak nyaman tersebut, Hidayat akan menegur pelaksana proyek jika mendapatkan aduan dari warga. Untuk itu perlu adanya peran aktif masyarakat terkait kondisi lingkungan.

“Dari warga tidak ada laporan, kalau  ada kita tegur, tapi sejauh ini belum ada laporan,” tutup Hidayat. (mg8)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here