Home TANGERANG HUB Siswa SMP Bertarung Buat Nasi Goreng

Siswa SMP Bertarung Buat Nasi Goreng

0
SHARE
Kepala Bidang Pengelolaan Destinasi dan Daya Tarik Wisata pada Dinas Pariwisata Kota Tangsel Evi Karinawati (berkaca mata) mencicipi nasi goreng masakan peserta lomba festival kuliner dari nusantara hingga kekinian di ITC BSD City, Serpong, Kota Tangsel, Minggu (14/10). FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG- Dinas Pariwisata Kota Tangsel menggelar festival kuliner. Kegiatan tersebut sebagai upaya untuk mengajak masyarakat mencintai masakan nusantara ditengah banjirnya makanan kekinian.

Festival lomba memasak yang diikuti peserta tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) diadakan di Food court ITC BSD, Serpong, Minggu (14/10). Lomba tersebut juga sebagai rangkaian acara menyambut HUT Tangsel ke-10 pada 26 November mendatang.

Kepala Bidang Pengelolaan Destinasi dan Daya Tarik Wisata pada Dinas Pariwisata Kota Tangsel Evi Karinawati mengatakan, kegiatan tersebut merupakan festival kuliner dari nusantara hingga kekinian. “Tema lomba mengangkat masakan nusantara,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Minggu (14/10).

Evi menambahkan, masakan Indonesia begitu kaya akan bumbu yang berasal dari rempah-rempah. Untuk perlombaan kali ini, mengangkat tema masakan nasi goreng. Makanan tersebut sudah dianggap sebagai masakan nasional yang disukai seluruh lapisan warga.

”Lihat saja, nasi goreng pasti selalu ada disetiap penjual makanan baik warung tepi jalan, gerobak keliling smapai restoran dan meja prasmanan dalam pesta,” tambahnya.

Dalam lomba kali ini, Dinas Pariwisata menggandeng chef profesional yang ada di Tangsel maupun Provinsi Banten. Ia menyatakan kegiatan akan dilakukan sampai acara puncak HUT Tangsel ke-10.

”Lomba ini, dari tingkatan pelajar SMP, SMA. Ibu TP Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pemkot Tangsel hingga Chef profesional dengan memperbutkan piala Dinas Pariwisata, piagam sampai uang pembinaan,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, salah satu chef melakukan demo memasak nasi goreng yang baik dan benar. Praktis para pengunjung dan peserta begitu antusias melihat langkah-langkah menggoreng nasi.

Sementara itu, Ketua perkumpulan chef profresional Indonesia (PCPI) Banten yang sekaligus ketua tim juri Budiawarman mengatakan, dalam lomba masak membuat nasi goreng tersebut ada beberapa kriteria yang dinilai. Mulai dari rasa, penampilan dan harus busa mempresentasikan hasil masakannya kepada juri.

“Jadi tidak hanya masak tapi, harus diperhatikan banyak hal,” ujarnya.

Budi menambahkan, masak itu merupakan seni dan masakan harus disajikan seindah mungkin dan tentunya enak. Menurutnya, membuat nasi goreng itu tidak susah dan bisa dikreasikan dengan apapun.

“Buat nasi goreng itu tidak ada aturan yang baku, jadi bisa dikreasikan sesuai selera yang membuatnya,” jelasnya.

Masih menurutnya, lomba tersebut selain memperebutkan juara dan hadiah juga untuk menciptakan niat siswa SMP untuk cinta masak. “Kalau masih duduk di bangku SMP sudah bisa masak itu luar biasa. Jadi bisa masak untuk diri sendiri, keluarga, teman dan jadi modal untuk memulai usaha,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here