Home TANGERANG HUB Damkar Gaet Warga Jadi Balakar

Damkar Gaet Warga Jadi Balakar

0
SHARE
SIMULASI: Petugas pemadam kebakaran mencotohkan memadamkan api dengan menggunakan karung di halaman kantor Kecamatan Ciputat Timur, Kamis (18/10). FOTO: Damkar Uci Sanusi for Tangerang Ekspres

CIPUTAT TIMUR-Sebagai upaya mengurangi dampak dari kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Tangsel mengajak warga pahami upaya pemadaman. Itu dilakukan dengan melatih warga menjadi Barisan Relawan Kebakaran (Balakar).

Setelah di Setu, kemarin Damkar melatih 40 orang warga Kecamatan Ciputat Timur, Kamis (18/10). Kepala DPKP Kota Tangsel Uci Sanusi mengatakan, anggota Balakar yang merupakan wujud partisipasi aktif dari masyarakat, untuk membantu dalam pencegahan dan menanggulangi kebakaran. Anggota tersebut diharapkan dapat memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan kebakaran.

“Juga menghubungi pemadam ketika terjadi kebakaran, serta membantu mengamankan tempat kejadian sebelum petugas pemadam tiba di lokasi,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (18/10).

Uci menambahkan, salah satu faktor utama yang menjadi kendala petugas tiba di Iokasi kebakaran, yaitu terlambatnya informasi di terima oleh pihak pemadam. Untuk itu peran serta Balakar sangat dibutuhkan.

Kemudian saat tiba di tempat kejadian, lanjutnya, akses jalan biasanya telah dipenuhi kendaraan dan masyarakat yang menonton. Sehingga, petugas seluit untuk dapat masuk.

Adanya Balakar yang kini berjumlah sekira 300 orang tentu sangat membantu masyarakat dan Damkar dalam menjalankan tugas-tugasnya.

“Kinerja Balakar sejauh ini sangat terlihat jelas, terbukti dengan banyaknya kasus kebakaran yang ditangani langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Masih menurutnya, selain pembentukan anggota Balakar juga dilatih bagaimana cara memadamkan api dengan peralatan sederhana yang ada di rumah.

Mulai dari menggunakan, karung, handuk, gorden dan lainnya yang telah dibasahi terlebih dahulu. Juga diajarkan menggunakan alat pemadam api ringan (apar) dan lainnya.

“Apa yang kami ajarkan mudah-mudahan dapat mereka aplikasikan dengan baik di lapangan,” jelasnya.

Sebagai daerah metropolitan, Uci mengatakan potensi terjadinya kebakaran di Kota Tangsel cukup tinggi. Selain karena jumlah penduduknya yang padat, sehingga jarak hunian pun lebih dekat, di Tangsel juga banyak terdapat kawasan bisnis dan perdagangan.

Sementara di sisi yang lain, jumlah personel kebakaran yang dimiliki Damkar Kota Tangsel masih kurang dibanding dengan luas wilayah. Oleh karena itu perlu keterlibatan masyarakat dalam menangani kebakaran.

“Sebagai solusi kita bentuk Balakar. Jadi, seandainya terjadi kebakaran di masyarakat Balakar bisa bertindak dulu sebelum kami dari petugas damkar tiba,” tuturnya. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here