Home TANGERANG HUB Wisatawan ke Tangerang Cuma Lewat

Wisatawan ke Tangerang Cuma Lewat

1
SHARE
KURANG TERAWAT: Masjid Nurul Yaqin yang dikenal dengan sebutan masjid pintu seribu kondisinya kurang terawat. Tampak ornamen masjid dibiarkan mengelupas. Padahal masjid yang berlokasi di Kampung Bayur, Kelurahan Periuk Jaya, dijadikan sebagai objek wisata religi oleh Pemerintah Kota Tangerang, Sabtu (20/10). FOTO: Rindo Adi Saputra/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Ironis. Banyak tamu luar negeri ke Indonesia tapi tidak tahu Tangerang. Padahal mereka mendaratnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang tak lain berada di Kota Tangerang. Kedatangan para wisatawan ke Tangerang hanya lewat saja.

Walikota Arief R Wismansyah menyayangkan hal ini. Arief menginginkan agar bandara memberikan dampak bagi sumber kehidupan Kota Tangerang untuk menjadi kota aeropolis.

“Bandara jadi pusatnya perkembangan Kota Tangerang. Bayangin 100 juta orang per tahun datang ke Tangerang melalui bandara. Rasanya sayang kalau kita tidak tangkap peluang itu,” kata Arief.

Ia menilai, pembangunan wisata cukup potensial dikembangkan. Meski Kota Tangerang tidak memiliki keindahan alam, namun menjadi pintu gerbangnya Indonesia. Keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta  di kota ini menjadi magnet untuk mengenalkan Tangerang.

“Karena paling strategis sedunia. Dengan kondisi Kota Tangerang yang luasnya 184 kilometer ini, 10 persennya adalah wilayah bandara. Bayangin saja ke Jakarta cuma 35 menit, ke bandara cuma 12 menit,” jelas Arief di hadapan para pelaku usaha hotel dan restoran di Hotel Novotel, pekan kemarin.

Arief mengatakan perlu upaya mengenalkan Kota Tangerang ke kancah internasional melalui pariwisata. Pemerintah Kota Tangerang, kata dia, sudah menciptakan kota layak dikunjungi melalui program LIVE. Program ini masih perlu pengembangan dengan program berikutnya untuk 5 tahun kedepan.

“Kalau dulu bagaimana mengimplementasikan, menjelaskan, menanamkan. Sekarang kita kembangkan bagaimana kota kita lebih dicintai agar menjadi kota yang layak untuk dikunjungi,” paparnya.

Ia menjelaskan, Kota Tangerang yang memiliki populasi 1,6 juta jiwa ditambah banyaknya event yang digelar, serta memiliki perguruan tinggi dengan jurusan pariwisata menambah potensi wisata yang kian besar.

“Wisata menjadi main program, setahun ada 22 event festival. Kalau bisa tahun depan 54 festival kita gelar, jadi setiap minggu ada festival. Supaya pengunjung yang tinggal di hotel datang ke event itu,” terang walikota.

Untuk itu Arief berharap hotel, restoran, dan mal yang ada di Kota Tangerang berkolaborasi untuk mengembangkan usahanya dan wisatawan yang datang dilayani dengan baik agar pengunjung memiliki ingatan indah tentang kota ini.

“Karena di kota kita banyak event nasional maupun internasional. Wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang datang, jadikan kota ini memorable, nantinya mereka akan terus datang kembali,” tukasnya. (abd)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here