Home TANGERANG HUB Tim Peneliti Renja Harus Kuasai Aplikasi

Tim Peneliti Renja Harus Kuasai Aplikasi

0
SHARE
BIMBINGAN: Kepala BPKAD Kota Tangsel (dua dari kiri) memaparkan target penerapan sistem aplikasi dalam penyusunan APBD 2019, di Balai Kota, kemarin. FOTO: Net

CIPUTAT-Penyusunan APBD 2019 Kota Tangsel akan dilakukan berbasis aplikasi online. Dengan sistem ini maka, intensitas tatap muka antar-pemangku kepentingan menurun. Sebab, semua prosedur penyusunan dilakukan berbasis aplikasi.

Seperti, asistensi Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) tak lagi manual. Melainkan, menggunakan sistem aplikasi. Maka, antara pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penyusun anggaran dengan peneliti rencana kerja (renja) dan anggaran di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD), tak lagi diperlukan.

Untuk itu, BPKAD Kota Tangsel memberikan bimbingan kepada para peneliti renja dan anggaran terkait penerapan sistem aplikasi itu, Jumat (19/10) lalu. Tujuannya agar, para peneliti ini benar-benar bisa memakai aplikasi tersebut.

Menurut Kepala BPKAD Tangsel Warman Syanudin, untuk APBD 2019 pihaknya sudah mempersiapkan kebijakan yang baru, yaitu penelitian dengan aplikasi online.

“Jadi kita harus pastikan pada peneliti dan penelaah perencanaan karena dengan yang baru. Dalam menjalankan aplikasi ini harus ada koordinasi. Misalnya, siapa yang melakukan pendaftaran, di mana tempatnya, dan seperti apa teknisnya,” ungkap Warman.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Balai Kota Tangsel, Ciputat, ini juga dihadiri Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Sekretaris Daerah Tangsel Muhamad, serta Kepala Bappeda Taher Rachmadi.

Warman melanjutkan, dalam parktiknya nanti hasil dari kebijakan anggaran APBD sudah bisa diketahui sebelum menentukan anggaran. Maka, masing-masing OPD tinggal menjelaskan berapa rincian anggaran dan kegiatannya apa saja. “Nanti dari situ disebar kepada tim peneliti,” katanya.

Jadi, lanjut Warman, setiap kegiatan di OPD, rincian jumlah dan anggarannya bisa diketahui cukup di ruangannya saja. Kalaupun perlu ke BPKAD sifatnya hanya koordinasi saja.

“Perbedaan dengan sebelumnya. Mereka bisa melihat dan merevisi cukup di ruangannya melalui aplikasi online. Dengan input data nanti kita bisa revisi,” jelasnya.

Hal ini bertujuan agar bisa lebih valid dan untuk mengurangi pertemuan tatap muka. Dengan aplikasi online bisa memudahkan pekerjaan dan lebih efektif. Dari segi waktu bisa mempersingkat.

“Tatap muka tetap ada. Namun, tidak banyak, cukup di tempat mereka masing-masing. Tapi, semua PPTK harus bisa berteknologi,” terangnya.

Warman mengatakan, pihaknya tetap mendorong pengelolaan keuangan dan aset di Tangsel paham berteknologi. Agar bisa lebih memudahkan dan memepercepat sehingga transparan dan bisa dipantau oleh siapa pun.

Sementara, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan bahwa dalam rangka mendukung terwujudnya good governance dalam penyelenggaraan pemerintahan, pengelolaan keuangan daerah harus dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efektif, efisien, ekonomis, transparan dan bertanggung jawab. Tentu saja, dengan memperhatikan azas keadilan, kepatutan dan manfaat untuk masyarakat.

“Pemerintahan yang bersih dan baik berangkat dari perencanaan yang dilakukan secara baik. Untuk itu, peningkatan kualitas dan profesionalisme aparatur sangat diperlukan. Termasuk, peningkatan kualitas dan profesionalitas penyusunan APBD,” bebernya.

APBD disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan kemampuan keuangan daerah. Penyusunan APBD berpedoman kepada rencana kerja pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan pelayanan kepada masyarakat untuk tercapainya tujuan bernegara.

Dengan waktu yang sangat terbatas, seluruh pejabat dituntut untuk bekerja secara cepat, tepat, terukur. Serta, tetap fokus sehingga bisa memaksimalkan waktu tanpa meninggalkan prinsip kecermatan dan kehati-hatian.

“Untuk itu kepada tim penelaah dan tim review rencana kerja dan anggaran agar memprioritaskan dan menyelesaikan tahapan ini sesuai dengan jadwal yang ada. Untuk penyusunan rencana kerja dan anggaran tahun anggaran 2019, kita akan menerapkan sistem penelaahan online,” jelasnya.

Diharapkan dengan sistem ini dapat meningkatkan kualitas proses penelaahan dan review serta menghasilkan kualitas APBD yang lebih baik.

“Tentu saja pada tahap awal pelaksanaan akan terdapat kendala-kendala teknis. Tapi, dengan kerja sama semua pihak tentu kita harapkan akan dapat teratasi dengan baik dan target waktu penyusunan APBD dapat tercapai,” terangnya. (hms/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here