Home TANGERANG HUB Diduga Tercemar Limbah, Kali Cipasilian Menghitam

Diduga Tercemar Limbah, Kali Cipasilian Menghitam

1
SHARE
CUCI PAKAIAN: Warga Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang saat mencuci di Kali Cipalian, kemarin. FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

KRONJO – Sejak pekan lalu, kondisi air Kali Cipasilian di Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang menghitam. Tidak hanya itu, warga yang menggunakan air tersebut merasakan gatal-gatal.

Raksi, seorang warga mengatakan, warga merasa heran dengan kondisi air Kali Cipasilian. Pasalnya, warna kali berubah menjadi kehitaman, serupa dengan air kopi yang biasa diminum masyarakat.

“Baru pertama ini, warna Kali Cipasilian berubah menjadi hitam. Sebelumnya, warna air kali normal saja seperti pada umumnya,” ungkap Raksi, kepada Tangerang Ekspres, Rabu (24/10).

Selain air Kali Cipasilian yang menghitam, ia mengungkapkan, warga yang nekat menggunakan air Kali Cipasilian, akan merasakan gatal-gatal. Warga memastikan setelah menggunakan air tersebut berakibat gatal-gatal.

“Banyak yang merasa gatal setelah memakai air Kali Cipasilian, untuk mandi. Ada juga sih yang engga merasa gatal-gatal, mungkin karena kekebalan tubuh orang berbeda-beda,” kata warga Kampung Cirumpak RT 07/02, Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo itu.

Lebih lanjut, menurutnya, kondisi ini jangan dibiarkan terlalu lama, karena keadaan akan menganggu kenyaman warga. Pasalnya, nyaris seluruh warga di Desa Cirumpak, menggunakan air Kali Cipasilian untuk kebutuhan mandi maupun mencuci pakaian.

“Kami sudah terbiasa mandi menggunakan air Kali Cipasilian. Sebab, kalau air sumur bor di Desa Cirumpak rasanya asin. Walaupun, sumur bor sudah dibor dengan ke dalaman 125 meter,” ujarnya.

Namun, sambungnya, warga tidak lagi menggunakan air kali tersebut untuk memasak setelah air berubah warna menjadi kehitaman. “Sekarang, warga pakai air galon untuk masak.” imbuhnya.

Sementara itu, Madur, Ketua RW 02 membenarkan apa yang dialami warganya. Ia menyebutkan, rasa gatal-gatal yang dirasakan warga bisa menghilang, setelah beberapa lama. Jadi, untungnya rasa gatal tidak sampai terlalu lama sehingga tidak menyebabkan iritasi kulit.

“Tetapi, kondisi ini juga tidak boleh dibiarkan oleh instansi terkait,” pintanya.

Di tempat berbeda, Salim, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Desa Cirumpak, mengatakan dia bersama petugas pintu air sudah membuka pintu air Kali Cipasilian, yang berada dibagian utara Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo beberapa hari lalu.

Tujuannya, supaya air Kali Cipasilian, yang menghitam terkuras setelah mengering. Selanjutnya, setelah air mengering, pintu air ditutup kembali, agar air kali kembali normal. Sayangnya, upaya tersebut tidak berhasil.

“Setelah dikuras, air kali tetap hitam. Setelah ditelususri, air Kali Cipasilian menghitam dari hulunya di daerah Balaraja. Bila air kali tak kunjung normal, kami akan mengadukan persoalan ini ke instansi terkait, sebab diduga ini karena tercemar limbah industri,” tuturnya. (mg-2/mas)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here