Home OLAHRAGA BWF World Tour Final’s, Ambisi Back-to-Back

BWF World Tour Final’s, Ambisi Back-to-Back

0
SHARE
JUARA LAGI: Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi menargetkan untuk bisa meraih juara pada kejuaraan BWF World Tour Final's.

INDONESIA kemungkinan akan mengirim lima wakilnya di BWF World Tour Finals 2018 di Guangzhou, Tiongkok yang berlangsung 12-16 Desenmber mendatang. Yakni, dua tunggal putra Tommy Sugiarto dan Anthony Sinisuka Ginting, ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, serta ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. Hingga saat ini mereka bertengger di delapan besar peringkat BWF World Tour race to Guangzhou.

Dari lima wakil tersebut kehebatan Marcus/Kevin tak perlu diragukan. Pasangan berjuluk Minions itu bertengger di puncak klasemen dengan 104.333 poin. Angka tersebut termasuk tambahan 9.350 usai menjadi runner-up BWF World Tour Super 750 Perancis Terbuka, Minggu (28/10). Sudah tidak mungkin terkejar oleh duo Tiongkok Li Junhui/Liu Yuchen di peringkat kedua yang mengantongi 80.565 poin.

Tahun ini, performa Marcus/Kevin sudah menyamai tahun lalu dengan enam gelar BWF Tour. Apalagi, ganda terbaik dunia tersebut merupakan juara bertahan turnamen (tahun lalu Superseries Finals). “Nikmatin aja. Lakukan yang terbaik aja, hasil nanti mengikuti,” ucap Marcus saat ditemui di kawasan Sudirman kemarin.

Menanggapi kekalahannya atas Han Chengkai/Zhou Haodong, Marcus/Kevin tidak bisa menutupi perasaan kecewanya. Kevin mengakui, saat itu mereka kurang fokus sejak awal dan gagal mengatasi tekanan ketika poin-poin krusial. Hal tersebut menjadi bahan evaluasinya bersama pelatih jelang Fuzhou China Open yang digeber 6 hingga 11 November mendatang.

Marcus/Kevin berambisi untuk kembali menjuarai BWF World Tour Finals. Namun, keduanya juga tak mau muluk-muluk. Masih ada dua turnamen jelang BWF World Tour Finals. Kampiun back-to-back All Englad itu akan turun di Fuzhou China Open dan Hongkong Open. “Pasti kami ingin banget menang. Tapi fokus di setiap turnamen dulu aja,” tandas Marcus.

Sementara itu, di sektor ganda campuran, duet Greys/Apri harus konsisten setidaknya menembus semifinal hingga akhir musim. Mereka berada di ranking 7 dengan 59.600 poin klasemen race to Guangzhou. Poin ganda putri andalan Merah Putih tersebut terpaut 9.220 dari ganda Jepang Naoko Fukuman/Kurumi Yonao di posisi 9 yang mengoleksi 50.380 poin.

Tantangan bagi Greys/Apri tidak hanya berhenti sampai di situ. Empat ganda putri Jepang bertengger di peringkat lima besar. Ranking teratas dihuni Yuki Fukushima/Sayaka Hirota. Kemudian, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi di posisi kedua. Serta, Mayu Mastsumoto/Wakana Nagahara dan Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata di peringkat keempat dan kelima.

“Sekarang Jepang lagi menduduki peringkat atas klasemen ganda putri ya. Mereka bukan cuma satu yang bagus, tapi banyak. Jadi kami merasa dikepung gitu lo,” ungkap Apriyani. Yang menyulitkan, lanjut dia, memiliki pola yang berbeda-beda.”Ada yang main cepat, ada yang solid bertahan, dan lebih ulet main tempo lambat,” imbuhnya.

Kesempatan istirahat seminggu, Greys/Apri gunakan untuk evaluasi bersama pelatih. Baik ketika latihan mengenai taktik, maupun analisa bermain melalui video. “Tapi ya gimana ya, Jepang banyak pemain ganda putrinya, dan selalu menghadapi kami. Jadi mereka mudah sekali baca permainan kami, sedangkan saya dan Apri harus baca berulang-ulang  permainan mereka. itu yang jadi evaluasi,” tukas Greysia. (jpg/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here