Home OLAHRAGA Arsenal vs Liverpool, Teror Babak Kedua

Arsenal vs Liverpool, Teror Babak Kedua

0
SHARE
Kiri: Alexander Lacazette Kanan: Roberto Firmino

LONDON – Mimpi Juergen Klopp mempersembahkan trofi pada musim perdananya, 2015-2016, buat Liverpool dua kali kandas. Pertama di final Piala EFL, The Reds takluk oleh Manchester City dengan skor 1-3 di babak adu penalti di Stadion Wembley. Yang kedua pada partai puncak Liga Europa. Liverpool menyerah 1-3 dari Sevilla di St.Jakob Park Basel.

Dan pelatih yang memupus mimpi Klopp dua musim lalu di Basel, Unai Emery, per musim ini bergabung dengan Arsenal. Dini hari nanti (4/11) di Emirates Stadium, saat Arsenal bertemu dengan Liverpool Klopp akan menantang sosok yang memberinya mimpi buruk tersebut (siaran langsung beIN Sports 1/RCTI pukul 00.30 WIB).

Klopp dalam pre-match press conference kemarin (2/11) di Melwood mengatakan Arsenal yang sedang ada di era baru sangatlah kuat. Sebelum bermain imbang 2-2 lawan Crystal Palace (28/10), The Gunners mencatatkan rekor selalu menang dalam 11 pertandingan di semua ajang.

“Ketika seorang pelatih baru datang maka semua pemain keluar dari zona nyaman. Apa yang dilakukan Emery sangat bagus setelah mereka menjalani awal yang sulit,” kata Klopp kepada Liverpool Echo.

Di dua matchweek pembuka musim ini, Arsenal menjalani jadwal yang kurang bersahabat. Dengan situasi pelatih yang masih anyar mereka langsung babak belur oleh dua tim dari enam besar. Mesut Oezil dkk pun kalah 0-2 oleh Manchester City (12/8) dan 2-3 dari Chelsea (18/12).

Nah, bicara tentang kejadian dua tahun lalu di Basel pelatih berusia 51 tahun tersebut belajar beberapa hal. Salah satunya Liverpool kehilangan momentum di babak kedua. Unggul satu gol di babak kedua, Liverpool jebol tiga gol di babak kedua.

“Pada babak kedua situasi berubah dengan sangat cepat. Tim kami seperti kehabisan tenaga setelah kami kebobolan gol kedua di menit ke-63,” ucap mantan pelatih Mainz 05 dan Borussia Dortmund itu. “Taktik Emery berjalan di babak kedua sedang strategi kami hanya berjalan di babak pertama,” tambah Klopp.

Dari kekalahan pahit itu Klopp belajar banyak dalam empat musimnya di Liverpool ini. Salah satunya yang paling mencolok musim ini adalah perbaikan lini belakang Liverpool. Sampai dengan matchweek kesepuluh, Liverpool belum kalah dan hanya jebol empat gol. Nomor kedua paling sedikit bobol setelah Manchester City (tiga gol).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here