Home TANGERANG HUB Beras Bantuan Harus Kualitas Premium

Beras Bantuan Harus Kualitas Premium

0
SHARE
SIMBOLIS: Kepala Dinsos Kabupaten Tangerang Arsyad Husein secara simbolis menyerahkan kartu bertuliskan kartu keluarga sejahtera di aula Kantor Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Jumat (2/11). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

SEPATAN – Kemensos dan Komisi VIII DPR RI melaksanakan kunjungan kerja di Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Jumat (2/11). Kegiatan ini dalam rangka meninjau penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) di Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Sepatan.

Dalam acara ini dihadiri, Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang Arsyad Husein, Camat Sepatan Tedy Muryanto, Kapolsek Sepatan AKP I Gusti Moch Sugiarto, Pendamping PKH Kecamatan Sepatan, dan keluarga penerima manfaat (KPM).

Ali Taher, Ketua Komisi VIII DPR RI mengatakan, kedatangannya ingin memastikan dan melihat penyaluran BPNT di Kecamatan Sepatan. Tujuannya, agar dia mengetahui bantuan tersebut sudah tepat sasaran atau belum tepat sasaran.

“Jadi, warga yang terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat program BPNT, harus warga katagori miskin,” ujarnya, kemarin.

Selain itu, dia memastikan bahwa BPNT yang diberikan dalam bentuk beras dan telur harus memilki kualitas yang sesuai yang ditentukan berdasarkan peraturan yang ada. Jadi, dia tidak ingin KPM menerima beras dan telur tidak sesuai dengan standar.

Misalkan, dalam penyaluran beras miskin (raskin), dia prihatin dengan kualitas beras yang disalurkan kepada KPM. Sebab, menurutnya, beras yang tidak standar, maka tidak layak untuk dikonsumsi KPM.

“Jadi, kedepan kami ingin pemerintah memberikan barang bantuan yang layak dikonsumsi oleh KPM, dengan kualitas premium” pintanya.

Di tempat yang sama, Arsyad Husein, Kepala Dinsos Kabuapten Tangerang mengatakan, dia selalu meminta kepada pelaksana penyaluran BPNT, dapat bekerja dengan baik dalam melayani KPM di Kabupaten Tangerang.

“Kami pastikan berasnya harus kualitas premium, agar layak untuk dikonsumsi KPM. Hal ini, sesuai dengan permintaan Kementerian Sosial (Kemensos) RI,” katanya. (mg-2/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here