Home TANGERANG HUB Pusaka Keramat Tajug Ramaikan HUT Tangsel

Pusaka Keramat Tajug Ramaikan HUT Tangsel

1
SHARE
BENDA PUSAKA: Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie (baju kanan) pada saat melihat beberapa benda pusaka koleksi yayasan Keramat Tajug. FOTO: Muhammad Aqib/Tangerang Ekspres

SERPONG-Benda pusaka peninggalan Keramat Tajug Tubagus Atib, turut meramaikan HUT ke-10 Kota Tangsel. Yakni dengan, dipamerkannya benda-benda pusaka ini di pameran pembangunan yang dihelat di lapangan Sunburst BSD.

Sekretaris Umum Yayasan Tubagus Atib Tb Sos Rendra mengungkapkan, pameran pusaka ini perdana dilakukan di usia Kota Tangsel yang ke-10 ini. Pamer benda pusaka ini, juga sebagai bentuk perkenalan kepada masyarakat luas.

“Ini pancingan bagi pemerintah agar segera dibuat peraturan baku tentang pelestarian cagar budaya,” katanya, Sabtu (24/11).

Untuk pameran kali ini, ada 15 buah benda pusaka yang dipamerkan seperti keris, golok, bedog, tombak. Rata-rata usia benda pusaka ini sudah ratusan tahun.

“Kelima belas benda pusaka ini rata-rata sudah ada sejak tahun 1675 hingga 1944,” ujar Tb Sos Rendra di lokasi.

Kemudian lanjut Rendra, benda-benda ini merupakan warisan leluhur turun-temurun dari Tubagus Atib. Kalau dahulu pihaknya mengadakan pencucian benda-benda pusaka harus diam-diam, sekarang bisa dilakukan secara terbuka. Setiap tanggal 13 Bulan Maulid di Keramat Tajug. “Sekarang masyarakat bisa melihat setiap kali kita melakukan pencucian benda pusaka,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menjelaskan, ini salah satu bentuk upaya dari pemerintah untuk mengetahui nilai-nilai perjuangan para leluhur.

Selain itu, kegiatan pameran benda pusaka sekaligus untuk memberikan edukasi kepada masyarakat maupun pelajar terhadap sejarah dan perkembangan benda-benda pusaka yang ada.

“Bagi para generasi muda harus ada kepedulian untuk menggali kisah heroik masa lalu. Sekarang boleh kalian kenal gadget, tetapi jangan melupakan jaipongan, silat dan adab kepada orang tua. Jangan ditukar atas nama generasi millenials,” jelas Ben.

Pengenalan tersebut penting dilakukan agar generasi penerus bangsa mengetahui dan mau melestarikan warisan leluhur yang memiliki nilai seni maupun sejarah yang tinggi. (mg-1/esa)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here