Home HUKUM MA Pecat Dua Hakim PN Jaksel

MA Pecat Dua Hakim PN Jaksel

0
SHARE
Hakim PN Jaksel Irwan memakai rompi tahanan KPK, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap.

JAKARTA-Sidang perkara perdata yang menjadi objek suap hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan terancam diulang dari awal. Itu seiring dua hakim yang menyidangkan perkara bernomor 262/Pdt.G/2018 PN Jaksel itu ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pasca operasi tangkap tangan (OTT) Selasa (27/11) lalu.

Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA) Abdullah menyebut dua hakim yang ditetapkan tersangka oleh KPK, yakni Iswahyu Widodo dan Irwan sudah pasti akan diganti dengan hakim lain. Sebab, keduanya bukan hanya berstatus tersangka di KPK, tapi juga diberhentikan dari jabatannya. Pemberhentian itu dilakukan Mahkamah Agung, kemarin (29/11).

”Harus diganti, karena kalau tidak diganti nanti tidak ada yang menyidangkan,” terang Abdullah. Abdullah menyebut, proses mengganti majelis hakim seharusnya berlangsung cepat. Namun, semua bergantung keputusan ketua pengadilan. Dia juga menjelaskan, kemungkinan proses sidang diulang dari awal bisa terjadi apabila seluruh majelis hakim diganti.

Jika hakim tersebut menjadi ketua majelis, bisa saja perkara hanya direview. Tidak perlu diulang dari awal. Namun lain hal jika hakim tersebut juga diganti. ”Menurut aturan, kalau yang diganti itu ketua majelisnya dan dua anggotanya kemudian ganti orang baru sama sekali, itu bisa diulang. Tetapi, kalau nanti (hakim) yang tersisa ini jadi ketua majelis tidak (perlu diulang dari awal),” terangnya.

Berkaitan dengan pemberhentian dua hakim yang menangani perkara tersebut, Jubir MA Suhadi menyampaikan bahwa surat keputusan (SK) pemberhentian kedua hakim itu sudah ditandatangani oleh ketua MA M. Hatta Ali. Iswahyu diberhentikan lewat SK nomor 254/KMA/SK/XI/2018. Sedangkan  Irwan diberhentikan melalui SK nomor 253/KMA/SK/XI/2018. ”Dengan status pemberhentian sementara,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here