Home HUKUM Pembunuhan Fans Grup Slank Bermotif Dendam

Pembunuhan Fans Grup Slank Bermotif Dendam

1
SHARE
BARANG BUKTI: Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan (tengah) menunjukkan celurit yang dipakai pelaku membunuh korban dalam konferensi pers di Mapolres Tangsel, Selasa (18/12). FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

SERPONG-Team Vipers Sat Reskrim Polres Tangsel bersama Unit Reskrim Polsek Serpong berhasil menangkap 9 pelaku pembunuhan Anwar (18) alias Januar Ibrahim, warga Kampung Wates, Kampung Melayu Timur, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.

Sembilan pelaku tersebut adalah, AAM (17), Riki Ramly (18), MRH (15), AM (17), ADP (17), MRS (17), DAS (16), RI (17) dan mereka merupakan warga Kampung Jelupang, Serpong Utara dan hanya berda RT/RW saja. Dan AGH (15) warga Cilebut Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sedangkan dua pelaku lagi DPO, yakni RATP (17) dan AP (16) tahun juga warga Jelupang, Serpong Utara.

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan mengatakan, pembunuhan terjadi Sabtu (15/12) sekitar pukul 24.00 sampai 01.30 WIB di Jalan Raya Serpong (U-turn Kia Motor), Serpong. “Sembilan pelaku berhasil kita ringkus lantaran melakukan penganiayaan hingga korban meninggal dunia,” ujarnya, dalam konferensi pers di Mapolres Tangsel, Selasa (18/12).

Ferdy menambahkan, Sabtu (15/12) sekitar pukul 00.30 WIB telah terjadi tindak pidana pembunuhan dan pengeroyokan atau pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia yang dilakukan oleh pelaku.

Kronologi kejadian berawal sekitar pukul 23.00 WIB pelaku yang berjumlah 11 orang orang sedang berada di Jalan Raya Serpong dan melakukan pencegatan terhadap fans sebuah grup musik Slank yang akan lewat di Jalan Raya Serpong.

Sekitar pukul 00.30 WIB pelaku melihat mobil truk yang ditumpangi oleh fans sebuah Slank yang baru selesai menonton konser di lapangan Sunburst, Serpong melintas di Jalan Raya Serpong.

“Kemudian para pelaku menghentikan truk tersebut dan terjadi pengeroyokan yang menyebakan korban meninggal dunia,” tambahnya.

Korban sempat dilarikan ke RS Asobirin Serpong tapi, karena mengalami pendarahan pada pembuluh arteri pada pangkal paha kiri, korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS. “Korban ini mengalami luka pada paha kiri karena disabet pakai sabit oleh ADP,” jelasnya.

Ferdy menjalaskan, setelah anggota mendapat kabar tersebut langsung bergerak cepat mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan. Pada hari yang sama dapat diamankan 9 pelaku yang sedang berkumpul di rumah ADP. “Sedangkan dua pelaku lainya berhasil melarikan diri dan jadi DPO,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho mengatakan, kejadian tersebut karena aksi balas dendam dari sekelompok fans Iwan Fals pada awal November lalu yang mengadakan konser amal Gempa Poso di Pamulang.

“Saat itu ADP saat akan pulang ke rumah dicegat oleh sekelompok orang yang mengaku adalah fans dari grup musik Slank dan berasal dari wilayah di luar Kota Tangsel dan HP-nya diambil paksa,” ujarnya.

Alexander menambahkan, pada saat grup musik Slank mengisi acara televisi swasta di Lapangan Sunburst BSD, ADP mengajak rekan-rekannya untuk mengincar dan memperlakukan hal sama seperti yang diterima olehnya kepada kelompok yang telah diincar. “Jadi para pelaku mencegat truk yang yang ditumpangi korban dan terjadilah pembacokan yang menyebabkan korban meninggal,” jelasnya.

Masih menurutnya, pelaku diancam Pasal 340 KUHP atau Pasal 338 KUHP atau Pasal 170 KUHP atau Pasal 365 KUHP atau Pasal 2 UU Darurat RI Tahun 1951 dengan ancaman paling lama 20 tahun penjara. Namun, para tersangka sebagian besar masih berstatus anak dibawah umur maka Polres minta bantuan atau pendampingan P2TP2A Kota Tangsel.

“Serta berkoordinasi dengan sekolah tempat tersangka menimba ilmu untuk dapat dijatuhkan tindakan hukuman secara akademis untuk menimbulkan efek jera,” tuturnya.

Dalam kasus tersebut, Polres Tangsel berhasil mengamankan barang bukti berupa rekaman CCTV, baju bersimbah darah yang dikenakan korban pada saat kejadian, pakaian yang dikenakan tersangka saat kejadian, satu buah celurit, bongkahan batu dan handphone milik korban.

Di tempat yang sama pelaku ADP (17) mengatakan, melakukan pembunuhan lantaran ingin balas dendam apa yang pernah dialami yakni diambil HPnya. “Saya ajak teman-teman untuk melakukan balas dendam, pas korban menumpang truk dari nonton pertunjukan musik mereka kita cegat dan saya bacok paha karinya,” singkatnya. (bud)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here