Home NASIONAL Longsor di Sukabumi, Sembilan Orang Meninggal

Longsor di Sukabumi, Sembilan Orang Meninggal

329
0
SHARE

JAKARTA- Proses evakuasi terhadap korban longsor di Dusun Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terus dilakukan. Tim SAR sedikitnya telah menemukan sembilan orang tewas dalam musibah yang terjadi pada Senin (31/12) kemarin.

“Pada hari ini hingga ditemukan sembilan orang meninggal dunia,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Selasa (1/1).

Selain itu, terdapat empat orang luka-luka, 34 orang belum ditemukan dan 61 orang mengungsi. Posko Tanggap Darurat di Desa Sirnaresmi tercatat 32 kartu keluarga atau sebanyak 107 jiwa terdampak longsor.

“Empt orang luka – luka dirujuk ke rumah sakit Pelabuhan Ratu, sembilan orang meninggal dunia, 34 Orang belum diketahui atau masih dalam pencarian,” ujar Sutopo

Sutopo menuturkan, tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, relawan dan masyarakat masih terus melakukan pencarian terhadap 38 orang korban yang diduga masih tertimbun longsor.

“Pencarian masih dilakukan secara manual karena alat berat sulit didatangkan di lokasi bencana. Tiga alat berat sudah disiapkan namun masih sulit didatangkan ke lokasi karena akses jalan yang sempit, berbukit dan medannya berat,” ucapnya.

Lebih jauh Sutopo menuturkan, longsor susulan masih terjadi meski intensitasnya kecil. “Kondisi tanah saat ini rapuh, terurai dan berlumpur akibat hujan sehingga menyebabkan tim SAR kesulitan mencari korban,” pungkasnya.

Longsor ini terjadi di Dusun Garehong Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Longsor terjadi pukul 17.30 WIB, Senin 31 Desember 2018 atau sore hari menjelang malam pergantian tahun.

BNPB mencatat 30 rumah tertimbun. Tim BNPB di daerah (BPBD) masih melakukan pendataan kerugian atas musibah ini. Sutopo melanjutkan, kondisi di lokasi longsor hingga Selasa pagi ini masih diguyur hujan rintik.

Listrik juga padam dan seluruh jaringan komunikasi melalui telepon genggam terhambat. Dalam berkomunikasi, tim di lapangan hanya bisa mengandalkan radio komunikasi/handy talkie. Jalanan terjal, berbatu dan cuaca hujan rintik menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi.

“Proses pencarian serta evakuasi korban terdampak longsor berhenti sementara, karena kondisi di lapangan diguyur hujan dan listrik padam/mati,” kata Sutopo.

Sementara itu, PT Pertamina memastikan, longsor tidak mengganggu kegiatan operasional distribusi BBM dan LPG. Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Dewi Sri Utami menjelaskan, satu SPBU di Kecamatan Cisolok yaitu SPBU Coco Cisolok 31.43301 lokasinya terletak sekitar 30 km dari longsor.

“Untuk penyaluran ke SPBU-SPBU di kawasan Pelabuhan Ratu sampai dengan Cisolok tidak mengalami gangguan terkait kejadian longsor tersebut,” jelasnya.

Selain itu, Dewi menambahkan, di Kecamatan Cisolok terdapat 13 pangkalan LPG dan tidak terkendala operasional. Konsumsi LPG 3kg rata-rata mencapai 1.000 tabung per hari.

“Pada hari pertama 2019 ini, SPPBE (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji) dan Agen di Sukabumi beroperasi normal,” tambah Dewi.

Namun, bila masyarakat memiliki kesulitan bisa menghubungi Pertamina Contact Center 1 500 000. (rej/JPC/jpnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here