Home TANGERANG HUB Blanko KTP-el Tinggal 1.000 Keping

Blanko KTP-el Tinggal 1.000 Keping

1
SHARE
REKAM WAJAH: Kepala Bidang Kependudukan Heru Sudarmanto (kanan) memegang tirai background perekaman KTP-el bagi pemilih pemula, beberapa waktu lalu. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG-Ketersediaan blanko kartu tanda penduduk elektornik (KTP-el) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel menipis. Saat ini blanko yang tersisa hanya untuk sekitar 1.000 keping.

Kepala Disdukcapil Kota Tangsel Dedi Budiawan mengatakan, persediaan blanko KTP-el sejak Desember lalu mulai menipis. Hal tersebut lantaran stok yang ada di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menipis dan saat ini stok di Dukcapil Tangsel hanya 1.000.

“Biasanya kita mengajukan dan mendapat blanko KTP-el 2.000 sampai 4.000, sekarang hanya dapat 500 sampai 1.000,” ujarnya, kepada Tangerang Ekspres, Rabu (2/1).

Budiawan menambahkan, biasanya dalam satu hari Disdukcapil melayani dan menyediakan kuota pembuatan KTP-el sebanyak 500. Namun, lantaran blanko yang menipis maka saat ini hanya menyediakan kuota 100 untuk pencetakan KTP-el.

Pengurangan kuota tersebut menurut Budiawan dilakukan agar pelayanan bisa terus berjalan dan satu hari pembuatan KTP-el bisa jadi. Bagi yang sudah merekam namun, diatas kuota 100 maka akan dimasukkan kepencetakan KTP-el hari berikutnya.

“Tapi, warga harus daftar secara online agar bisa dicetak KTP-el nya dan masuk antrean hari berikutnya,” jelasnya.

Untuk mengatasi keterbatasan blanko KTP-el, Disdukcapil tidak tinggal diam. Bagi warga yang memerlukan KTP-el untuk kepentingan mendesak maka Disdukcapil akan memberikan surat keterangan atau “Biodata”.

SUKET: Seorang gadis menunjukkan surat keterangan sebagai pengganti KTP-el setelah melakukan perekaman beberapa waktu lalu. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

Biodata tersebut berisikan data yang mirip dengan yang ada di KTP-el namun, bentuknya surat keterangan dengan kertas ukuran A4. “Biodata ini berlaku sampai KTP-el asli jadi dan bisa digunakan untuk pengurusan mendesak seperti pembuatan paspor, atau kartu BPJS,” ungkapnya.

Masih menurut Budiawan, saat ini juga tidak lagi membuka loket pelayanan pembuatan kartu identitas anak (KIA) di kantor Dukcapil karena, ruangannya tidak cukup menampung warga yang akan mengurus KIA. September sampai Desember lalu antusias atau antrean warga sampai pintu masuk Dukcapil tiap harinya. “Awalnya hanya 50 antrean dan terakhir mencapai 750,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang ingin membuatkan KIA untuk buah hatinya, Dukcapil saat ini melakukan layanan kolektif di sekolah-sekolah dan pelayanan keliling di beberapa tempat. “Kalau kolektif anak tidak perlu difoto langsung tapi, cukup melampirkan pas foto saja,” tuturnya.

Untuk blanko KIA, Budiawan memastikan aman dan saat ini masih ada stok sekitar 140.000. “Tahun lalu kita mencetak 30.000 KIA dan 140.000 kita siapkan untuk tahun ini,” tutupnya. (bud)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here