Home TANGERANG HUB Sampah Dibuat Listrik, Gandeng Korea Selatan Untuk Sampah Cipeucang

Sampah Dibuat Listrik, Gandeng Korea Selatan Untuk Sampah Cipeucang

1
SHARE
KONDISI CIPEUCANG: Kondisi gundukan sampah di TPA Cipeucang tampak semakin tinggi. FOTO: Dok. Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Tangsel pemerintah tidak tinggal diam. Beragam cara pun dilakukan.

Terbaru, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dipanggil Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan untuk membahas masalah itu. Hasilnya, pemerintah pusat menyepakati rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah di TPA Cipeucang.

Pertemuan tersebut membahas tentang penanggulangan sampah Cipeucang yang akan dijadikan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatan, pertemuan tersebut membahas masalah penanganan sampah di Cipeucang.

“Alhamdulillah, hasil pertemuan dengan Pak Menteri terkait percepatan penyelesaian Outline Business Case (OBC) dari pihak Korea Selatan,” ujarnya.

Airin menambahkan, pada awalnya Korea Selatan akan melakukan percepatan penyelesaian studi kelayakan dan lainnya pada bulan April sesuai dengan timetable namun, informasi yang didapat mereka akan menyelesaikan lebih awal di akhir Februari atau Maret.

“Mudah-mudahan ini bisa cepat selesai, sehingga bisa masuk tahap lelang investasi PLTSa dan Groundbreaking serta penyelesaian pekerjaan PLTSa di TPA Cipeucang di tahun ini,” tambahnya.

Masih menurut Airin, PLTSa tersebut akan dibangun di Tempat Pembungan Akhir (TPA) Cipeucang diluas lahan 13,6 hektare. Pasalnya produksi sampah yang masuk ke TPA Cipeucang 250 ton per hari. “Dengan jumlah penduduk dan produksi sampah yang banyak per harinya, sudah layak dibangun PLTSa di TPA Cipeucang.” jelasnya.

Pembangunan PLTSa tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 35 tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

“Alhamdulillah, dalam Pepres tersebut Tangsel masuk dalam 12 Kota yang akan dipakai sebagai percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis PLTSa,” tutupnya. (ris/bud)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here