Home HUKUM TGPF Sarat Kepentingan Politis

TGPF Sarat Kepentingan Politis

0
SHARE
LAYAR WAKTU: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dalam peluncuran layar waktu kasus penyiraman air keras di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/12) lalu. FOTO: Fajar Indonesia Network

JAKARTA – Pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, mendulang sentimen beragam.Sejumlah kalangan menilai, Polri telah memperlihatkan keseriusan mengungkap pelaku penyiraman air keras yang membuat mata penyidik senior KPK itu cacat. Namun di sisi lain, pembentukan tim ini pun sarat kepentingan politik.

Anggota Tim Advokasi Novel Baswedan, Alghifari Aqsa meragukan independensi tim gabungan bentukan Polri tersebut. Pasalnya, sejumlah pakar dalam tim dikenal dekat dengan jajaran kepolisian. Menurutnya, pengungkapan kasus lebih realistis jika tim dibentuk secara independen. Atau, melalui penyelidikan dugaan obstruction of justice yang dilakukan oleh KPK.

“Tim baru yang dibuat oleh Kapolri tetap tidak dapat disebut atau mewakili tim yang independen,” tegasnya.

Terpisah, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan punya pandangan berbeda. Menurutnya, pembentukan tim merupakan bentuk komitmen Polri dalam menuntaskan kasus Novel. Baginya, tak mungkin ada kepentingan politis menjadi motif di balik upaya pengungkapan kasus yang mangkrak lebih dari 600 hari itu.

“Kita ambil positifnya saja bahwa Polri serius ingin membongkar kasus ini. Karena tim ini hasil rekomendasi Komnas HAM,” ucap Edi dalam keterangan resmi seperti dilansir laman Fajar Indonesia Network (FIN), Minggu (13/1).

Mantan wartawan harian Pos Kota itu menilai, tim tentu bekerja dengan netral. Keterlibatan pihak internal KPK dalam tim juga menunjukkan keseriusan Polri dalam menangani perkara. Maka, ia menjamin tim akan bekerja dengan mengedepankan transparansi serta profesionalisme.

Maka dari itu, Edi mengimbau kepada masyarakat untuk mendukung serta memantau kinerja tim gabungan kasus Novel. “Siapa pun pelakunya harus diungkap. Beri kesempatan kepada mereka, biarkan tim gabungan ini bekerja,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here