Home OLAHRAGA Timnas U-22, Tidak Otomatis Masuk Tim

Timnas U-22, Tidak Otomatis Masuk Tim

0
SHARE
TERANCAM: Posisi Egy Maulana Fikri yang bermain di Liga Polandia terancam posisinya di timnas U-22 karena tidak menjalani seleksi.

SUDAH hampir dua pekan Timnas Indonesia U-22 menggeber seleksi untuk mencari kerangka utamanya. Dalam kurun waktu itu juga, 3 pemain yang saat ini membela klub luar negeri tidak hadir, yakni Egy Maulana Vikri (Lechia Gdanks), Saddil Ramdani (Pahang FA), dan Ezra Walian (RKC Waalwijk) belum juga pasti kapan akan bergabung dengan tim.

Kesal dengan ketidakpastian itu, Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri mengingatkan masih belum ada jaminan ketiganya akan langsung masuk ke tim. Dia tidak ingin ada kecemburuan dengan 35 pemain yang sudah susah payah berlatih setiap harinya hampir dua pekan terakhir. “Masak sudah pasti masuk?,” jawabnya ketika ditanya apakah 3 pemain itu sudah pasti masuk dalam skuat Piala AFF U-22 tanpa ikut seleksi.

Ya, persaingan untuk masuk ke dalam skuad tersebut memang ketat. sejauh ini, posisi striker memang jadi salah satu yang paling disorot. Ketidakhadiran Ezra tentu jadi masalah sebab Indra tidak bisa membandingkan kualitasnya dengan striker yang sedang seleksi bersama tim saat ini.

Ezra harus bersaing dengan nama-nama yang sudah punya pengalaman bermain reguler di Liga 1. Yakni Dimas Drajad dan Marinus Wanewar. Belum lagi, debutan baru Septian Bagaskara yang menyandang status top skor Liga 3 bersama Persik Kediri.

Untuk Egy dan Saddil persaingan relatif kecil. Sejauh ini, winger yang sedang seleksi belum menunjukkan kualitas mumpuni. Sebut saja Rifal Lastori, Billy Keraf, dan Beni Oktotaviansyah masih belum bisa menggantikan peran Egy atau Saddil. Nama lama seperti Osvaldo Haay dan Witan Sulaeman masih jadi andalan.

Indra tidak menampik meski belum bergabung dirinya tetap memantau Egy, Saddil, dan Ezra. Tapi, jika masih belum datang dia tidak segan mencoret ketiganya dari skuad. “Kami baru bisa putuskan Sabtu (19/1),” tegasnya.

Dia menekankan yang pasti untuk setiap posisi saat ini sudah diisi oleh 3 pemain. nantinya, dari tiap posisi itu akan ditentukan siapa yang terbaik. “Kecuali kiper kami ada 4 nama, pasti kami akan tentukan yang terbaik juga,” terangnya.

Khusus kiper, dia memberi bocoran tidak hanya mencari yang bisa menjaga gawang. Tidak hanya sekedar punya reflek bagus. Tapi, kiper yang bakal dipilih harus bisa ikut melakukan build up. Artinya, tipe-tipe Swiper yang bakal jadi pilihannya.

Sementara itu, Dimas Drajad mengaku tidak ada masalah dengan persaingan posisi striker sejauh ini. Dia tetap optimis dan memberikan yang terbaik setiap latihannya. “Perasaan saya masih senang bisa kembali masuk timnas. Saya akan buktikan mampu masuk skuat lagi,’’ paparnya.

Di luar itu, pemain PS Tira itu menuturkan tetap berteman dengan striker-striker yang kini jadi saingannya di tim. dia banyak berbincang dan saling sharing pengalaman malahan. “Di luar latihan kami tetap berteman. Jadi tidak ada masalah,” ucapnya.

Dimas juga menilai dilatih oleh Indra lagi jadi satu keuntungan buatnya. Sebelumnya, dia pernah masuk skuad Timnas U-19 yang juara Piala AFF U-19 pada 2013 lalu. Karena itu, dia mengerti bagaimana keinginan pelatih 55 tahun itu untuk posisi penyerang. “Tidak ada bedanya dari dulu, main ball possesion. Juga jangan mudah kehilangan bola. Itu yang coba saya terapkan sekarang,’’ katanya. (jpg/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here