Home TANGERANG HUB Ciledug Bebesanan Lestarikan Budaya Betawi

Ciledug Bebesanan Lestarikan Budaya Betawi

1
SHARE
BEBESANAN TEMPOE DOELOE: Camat Ciledug Budi Wahyudi bersama Muspika (tengah) berpose bersama dua pasangan pengantin usai dinikahkan diacara Ciledug Bebesanan Tempoe Doeloe, Sabtu (26/1). FOTO: Abdul Azis Muslim/Tangerang Ekspres

Tangerang – Bebesanan salah satu prosesi rangkaian hajatan pernikahan yang wajib dalam budaya betawi. Dimana rombongan dari pihak keluarga laki-laki  mendatangi sambil diiringi dengan permainan musik rebana ketimpring, serta dengan membawa berbagai macam barang seserahan. Barang-barang tersebut seperti makanan (buah-buahan dan sayuran) dan yang tak ketinggalan adalah roti buaya, dan sirih nanas.

Iring-iringan bebesanan pihak laki-laki disambut dgn rentetan dentuman petasan yang menjadi khas budaya Betawi.

Seperti pada gelaran Ciledug Bebesanan Tempoe Doeloe,  rangkaian acara menyambut HUT Kota Tangerang yang ke-26 ini digelar di Lapangan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Sabtu (26/1).

Gelaran ini dihadiri Muspika dan pejabat Pemkot yang pernah menjabat Camat Ciledug seperti Kasatpol PP, Mumung  Nurwana. Warga Ciledug pun tak luput turut meramaikan dengan mengenakan pakaian tradisonal adat Betawi.

Camat Ciledug, Budi Wahyudi, mengatakan, acara Bebesanan Tempoe Doeloe  ini salah satu rangkaian gelaran memperingati ulang tahun Kota Tangerang  yang ke-26. Alasan  mengangkat budaya Betawi, pasalnya  Kecamatan Ciledug lebih dikenal dengan adat Betawinya.

“Ini suatu upaya mempertahankan dan mengenalkan budaya Betawi kepada kaum milenial, sebagai nilai penting agar tetap dilestarikan masyarakat Betawi, agar tidak punah,” kata Budi saat memberikan sambutan.

Budi menuturkan, gelaran Ciledug bebesanan Tempoe Doeloe ini terdiri dari 8 rombongan besan dari 8 kelurahan yang ada di kecamatan Ciledug. Dua pasangan yang dinikahkan dalam gelaran bebesanan yaitu Salahudin (45) dengan Rostati (52) warga Kelurahan Sudimara Jaya, dan Syamsul Badri (30) dengan Ade Safitri (27) warga Kelurahan Sudimara Barat. Mereka dinikahkan oleh Ketua KUA Ciledug, Lukman Hakim dengan Saksi Danramil 04 Ciledug, kapten Inf Heru Susanto dan Kapolsek Ciledug,  Kompol Supiyanto.

“Acara ini bukan semata seremonial semata, kami menikahkan dua pasangan pengantin warga kami,” ungkapnya.

Selain bebesanan ala adat betawi ini, pihaknya juga menggelar lenong Betawi dengan para pemainnya  8 lurah dengan bintang tamu Muhammad Sulaeman Harsono atau biasa disapa Haji Bolot, seorang pelawak dan pemain lenong Betawi legendaris.

Menurut Budi, kegiatan ini dapat mengembalikan dan mempopulerkan lagi budaya Betawi yang hampir punah, dengan begitu kita dapat mengangkat nilai-nilai budaya dalam bermasyarakat.

“Hajatan lebih sakral menggunakan budaya Betawi, udah gak usah pake EO (event Organizer-red), gak zaman,” tukasnya.

Kecamatan Ciledug yang sangat populer dari 13 kecamatan yang ada di Kota Tangerang, lanjut Budi, juga sebagai leading sektor yang ada di wilayah timur, pihaknya sudah sepantasnya mengangkat derajat warga Ciledug melalui budaya aslinya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here