Home TANGERANG HUB Alat Permainan Tradisional Mulai Dilupakan

Alat Permainan Tradisional Mulai Dilupakan

0
SHARE
TETAP EKSIS: Supriadi (48) Perajin Rotan yang berada di Jalan Cireundeu Raya, Ciputat Timur, Tangsel tetap eksis meski peminat turun. FOTO: Dwiki Darmawan/Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Banyaknya permainan berbasis teknologi mengikis permainan tradisional mulai ditinggalkan. Hal ini diungkapkan perajin rotan asal Ciputat Timur. Belakangan, omzet jualan alat permainan dari rotan turun karena sepi peminat.

Perajin dan juga penjual hasil olahan rotan, Supriadi mengatakan, sejak 20 tahun lalu ia eksis di dunia kerajinan rotan. Selama itu, ia juga menggantungkan hidup dari menjual hasil kerajinan tersebut.

“Sudah lebih dari dua puluh tahun saya bergelut di bidang kerajinan ini tapi, seiring berjalannya waktu peminat hasil olahan rotan sudah semakin langka, membuat kami selaku perajin hanya bisa pasrah,” ujarnya, Senin (28/1).

Supriadi menambahkan, banyak perajin rotan di wilayah Tangsel beralih profesi. Karena, jumlah perajin tak sepadan dengan daya beli masyakat. Wal hasil sejumlah toko penjual kerajinan rotan pun tutup atau beralih ke bisnis lain.

“Sekarang makin susah kalau mau jual hasil kerajinan. Kadang sebulan hanya laku dua atau tiga. Yang datang banyak sih, cuma kebanyakan tanya-tanya doang. Malah kadang selama sebulan tidak laku sama sekali,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here