Home NASIONAL Gejala DBD Mendadak Demam Tinggi, Korban Sudah Capai 110 Jiwa

Gejala DBD Mendadak Demam Tinggi, Korban Sudah Capai 110 Jiwa

0
SHARE

JAKARTA-Penyakit demam berdarah dengue (DBD) sudah mengkhawatirkan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, terhitung sejak 1-28 Januari 2019, jumlah penderitanya 11.280 kasus. Sedangkan, angka kematian yang disebabkan penyakit tersebut saat ini mencapai 110 jiwa.

Pakar kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Ari F Syam mengatakan, warga dan dokter harus waspada ketika demam berdarah mulai mengancam. Menurutnya, semakin dini seseorang diketahui menderita DBD, makin mudah ditangani dan tidak mudah jatuh ke berbagai komplikasi seperti syok dan perdarahan yang lebih sulit ditangani. Ia menjelaskan, penyakit demam berdarah merupakan penyakit endemis di Indonesia. Kasus demam berdarah dapat ditemukan sepanjang tahun.

Oleh karena itu, sebaiknya warga dan dokter dapat mengenali kasus demam berdarah dengan waktu cepat. “Kita berharap kasus-kasus demam berdarah, penderitanya tak terlambat ke rumah sakit. Karena makin terlambat, semakin susah untuk ditangani. Ciri-ciri penyakit ini, demam tinggi mendadak. Jika ini terjadi, harus dicurigai demam berdarah sebagai penyebabnya. Segera bawa ke rumah sakit,” katanya kepada FIN.

Pria yang menjabat sebagai Dekan FKUI ini menambahkan, saat ini gejala klinis demam berdarah cukup bervariasi. Demam yang timbul bisa secara terus menerus, bisa naik turun dan bisa hanya 1-2 hari saja. Oleh karena adanya demam yang mendadak, perlu diwaspadai kemungkinan penyakit demam berdarah sebagai penyebabnya.

“Selain demam tinggi yang mendadak, pasien kadang kala juga merasakan gangguan pada pencernaan berupa nyeri di ulu hati, mual bahkan muntah, nyeri perut serta susah buang air besar, diare pun bisa ditemukan pada 5-6 % kasus DBD. Pasien dengan DBD juga bisa disertai keluhan kepala pusing seperti melayang, pegal dan rasa nyeri di otot,” katanya. “Kenali penyakit demam berdarah yang saat ini sedang meningkat kasusnya pada masyarakat sekitar kita. Lakukan pemberantasan sarang nyamuk, berantas jentik-jentik yang ada di sekitar rumah kita,” ungkapnya.

Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, mulai awal 2019 hingga kemarin, terjadi 11.280 kasus DBD di seluruh Indonesia. Dari 22 provinsi suspect dengue itu, ada beberapa wilayah yang telah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB).

Dia menyebutkan, beberapa provinsi yang mempunyai tren tinggi kasus suspect dengue hingga Senin (28/1) kemarin. Di antaranya, Jawa Timur (2.488 kasus), Jawa Tengah (600 kasus), Jawa Barat (698 kasus), NTT (988 kasus), Sulewesi Utara (887), Lampung (827 kasus) dan DKI Jakarta (600 kasus).

“Tujuh Provinsi itu masuk kategori KLB. Tapi, yang paling tertinggi di Provinsi Jatim dan daerah paling bahaya itu di Kabupaten Kediri, paling banyak menderita DBD, yakni 271 orang. Jumlah kematian di Jatim sekarang ada 42 orang,” kata Nadia saat dihubungi Fajar Indonesia Network (FIN). Untuk mencegah wabah DBD tersebut, Nadia mengimbau masyarakat melakukan gerakan 3M+. Yakni menutup semua tampungan air atau sumber air, menguras bak mandi, dan mendaur ulang barang bekas. Terlebih, ia mengajak masyarakat menggunakan ikan pemakan jentik-jentik.

“Penyakit DBD ini tidak ada obatanya. Untuk itu kami meminta kepada masyarakat supaya berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Bersihkan tempat-temapt yang sekiranya jadi tempat nyamuk bersarang dan bagusnya lagi pelihara ikan pemakan jentik untuk di tempat penampungan air,” tuturnya.

Menurut Nadia, jumlah kasus DBD bakal terus meningkat setiap harinya. Terlebih, saat ini memasuki musim penghujan yang membuat jentik serta jumlah nyamuk terus bertambah. Apalagi, saat musim penghujan yang banyak genangan yang merupakan tempat nyamuk menetaskan telur. “Jumlah kasus DBD sepertinya bakal meningkat terus. Kami setiap harinya memonitor terus dari laporan dinkes-dinkes di setiap daerah. Apalagi sekarang sudah masuk musim penghujan, jadi masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan jaga kebersihan lingkungan,” imbuhnya.
(der/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here