Home TANGERANG HUB Warga Binaan Rutan Jambe Pasti Masuk DPT Pemilu

Warga Binaan Rutan Jambe Pasti Masuk DPT Pemilu

1
SHARE
ARAHAN: Kepala Rutan Kelas 1 Tangerang, Dedi Cahyadi memberikan arahan rutin kepada warga binaan dalam mengisi aktivitas sehari-hari. FOTO: Rutan Jambe for Tangerang Ekspres

TIGARAKSA–Seluruh warga binaan penghuni rumah tahanan (Rutan) Jambe dipastikan masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Pihak Rutan Jambe sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta KPU Kabupaten Tangerang untuk melakukan perekaman dan pendataan para warga binaan.

Demikian dikatakan Kepala Rutan Kelas 1 Jambe Dedi Cahyadi kepada Tangerang Ekspres, kemarin. Menurutnya, setiap warga memiliki hak konstitusional untuk memilih pemimpin mereka, termasuk warga binaan. Pihak Rutan Jambe terus berupaya serta berkoordinasi dengan KPU dan Disdukcapil Kabupaten Tangerang untuk melakukan perekaman e-KTP serta pendataan DPT sampai mendekati tanggal 17 April 2019. Pasalnya, salah satu syarat pendataan harus memiliki e-KTP.

“Kami duduk bersama dengan para pemangku kebijakan untuk jemput bola perekaman data biometrik kepada warga binaan,” katanya.

Namun pendataan warga binaan untuk mengikuti Pemilu bukan hal yang mudah. Ini karena proses keluar masuk warga binaan berjalan dinamis. Apalagi banyak warga binaan yang tidak jelas asal-usul dan NIK. Ini lantaran tidak semua warga binaan terbuka soal identitas.

” Bagi mereka itu merupakan aib,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Tangerang Ali Zaenal mengatakan, KPU terus melakukan pemutakhiran Daftar Pemilih Tetap (DPT), termasuk warga Binaan di Rutan. Ali menuturkan, warga binaan merupakan masuk kategori pemilih dalam keadaan tertentu, seperti PKPU No 37 tahun 2018.

Menurut Ali, berdasar PKPU itu, masyarakat yang dikategorikan masuk keadaan tertentu yakni mereka yang sedang menjalankan tugas saat pemungutan suara, menjalani rawat inap di rumah sakit termasuk keluarga yang mendampingi, penyandang disabilitas yang manjalani perawatan di panti sosial atau panti rehabilitasi, masyarakat yang sedang menjalani rehabilitasi narkoba, orang yang sedang menjadi tahanan atau terpidana kurungan, masyarakat yang tugas belajar sehingga pindah domisili, pindah domisili karena terkena bencana alam, dan bekerja di luar domisili.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here