Home TANGERANG HUB Pengguna Jalan Keluhkan  ‘Polisi Tidur’

Pengguna Jalan Keluhkan  ‘Polisi Tidur’

1
SHARE
DIKELUHKAN: Pengendara roda dua mengeluh saat melewati 'polisi tidur' di Perumahan Mekar Sari Residence 2, Desa Mekar Sari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang karena ukurannya terlalu besar, Selasa (5/2). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

RAJEG – Warga pengguna jalan mengeluhkan keberadaan ‘polisi tidur’ yang ada di wilayah  Perumahan Mekar Sari Residence 2, Jalan Raya Cadas-Kukun, Kampung Kongsi Baru, Desa Mekar Sari, Kecamatan Rajeg.

Pasalnya, keberadaan polisi tidur itu membuat pengguna jalan terganggu dan terindikasi belum izin dari pihak berwenang Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang.  Dinas terkait memiliki peraturan tentang alat pengendali dan pengamanan pemakai jalan.

Laste Putra Dwiyana, seorang pengendara sepeda motor mengatakan, keberadaan alat pembatas kecepatan atau yang biasa disebut ‘polisi tidur’ dibutuhkan untuk mengatur kecepatan kendaraan.  Namun membuat ‘polisi tidur’ tidak boleh sembarangan.

Lebih lanjut, ia mengatakan, beberapa dampak negatif yang diterima pengendara sepeda motor setelah menjamur ‘polisi tidur’ kendaraan cepat rusak, tubuh cepat lelah dan waktu tempuh semakin lama. Bahkan tidak jarang terjadi kecelakaan karena tanggul tersebut terlalu besar.

“Keberadaan puluhan polisi tidur di Jalan Cadas-Kukun menambah waktu tempuh pengendara menuju lokasi tujuan. Bukan tidak mungkin karena besarnya ‘polisi tidur’ menjadi faktor penyebab terjadinya kecelakaan,” keluhnya.

Senada dengan Putra, Bari, pengendara sepeda motor mengatakan, awal 2018 lalu, jumlah ‘polisi tidur’ masih berjumlah 55 buah. Saat ini, jumlah ‘polisi tidur’ sudah lebih dari 60 buah di Jalan Raya Cadas Kukun.

Jengkelnya, banyak ‘polisi tidur’ dibangun masyarakat sekitar jalan Raya Cadas-Kukun dengan bentuk dan tinggi yang tidak sesuai standar. Kemudian, tidak diberikan cat berwarna yang mencolok.

1 COMMENT

  1. jalan ini menjadi bukti bahwa pemimpin di provinsi banten khususnya kabupaten tangerang dan kadishub tangerang belum pernah merasakan naik mobil atau motor melewati jalan ini.
    kalau sudah lewat pasti sudah dibongkar akibat kesal karena terlalu banyak dan bikin pegal pinggang dan berbahaya untuk ibu hamil dan pengendara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here