Home BANTEN DPT Picu Protes

DPT Picu Protes

0
SHARE
SIAGA: Polisi sudah memetakan tingkat kerawanan yang berpotensi memicu kerusuhan.

Kasubit Penmas Polda Banten Kompol Rupiadam mengatakan, tahapan dan potensi gangguan Pemilu 2019 sudah dipetakan. Diantaranya, pada tahap persiapan saat ini sedang melakukan inventarisasi dan susunan data awal operasi, analisis dan evaluasi data awal. Mempersiapkan piranti lunak dan piranti keras, melaksanakan rakor antar fungsi maupun antar instansi terkait, melakukan latihan pra operasi (latpraops) dan melakukan apel pengecekan kesiapan akhir atau gelar pasukan.

“Potensi gangguan di masyarakat akan ada protes terkait tidak terdaftar di DPT dan akan adanya unjuk rasa dari massa parpol pemilu atas dugaan kesalahan data dalam DPS/DPT itu yang kami catat,” kata Kompol Rupiadam saat ditemui di Mapolda Banten. Sedangkan untuk klasifikasi kerawanan, lanjut Adam, sudah memetakan kerawanan pada Tempat Pemilihan Suara (TPS), yaitu yang lokasinya jauh karena akan menimbulkan konflik sosial. “Di padat pemukiman itu biasanya rawan kecurangan,” ucapnya.

Saat ini yang menjadi kendala, bagaimana meredam potensi kecurangan pada pemilu, yakni jumlah DPT yang masih berubah yang direncanakan sampai dengan bulan Maret 2019, kemudian masih adanya penambahan jumlah TPS sehingga jumlah personel pengamanan TPS dan Linmas harus menyesuaikan dengan pola PAM TPS. “Untuk saat ini jumlah Linmas 21.279 orang sedangkan kebutuhan pengamanan TPS 42.066 personel Linmas, makannya kami kekurangan. Tapi akan dilengkapi nanti pertengahan Februari 2019,” katanya.

Untuk upaya-upaya yang dilakukan kata Rupiadam, melakukan deteksi dini kemungkinan adanya gangguan dan ancaman pada tiap-tiap tahapan pemilu. Kemudian pihaknya melaksanakan koordinasi dengan stakeholder dan instansi samping terkait pengamanan tiap-tiap tahapan pemilu. “Selanjutnya kami melaksanakan pengaman pada tempat-tempat yang memiliki potensi kerawanan selama masa waktu tahapan pemilu dilaksanakan. Untuk daerah rawan saat ini kami masih nunggu laporan dari Bawaslu,” tandasnya.

Di Kabupaten Serang, titik rawan Pemilu 2019 berada pada daerah perbatasan dan pedalaman, hal itu merujuk pada Pemilu Gubernur Banten tentang data pemilih dan penyaluran surat suara. Komisioner Panwaslu Kabupaten Serang Bagian Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Abdurohman belum memetakan titik-titik rawan pemilu, hal itu dikarenakan diatur sudah diatur dalam Indeks Titik Kerawanan (ITK) oleh Bawaslu RI. Namun pihaknya juga sedang menyusun indicator ke dalam instrumen penilaian.

“Mengacu pada Pilgub Banten yang sudah kita lalui, itu kan titik kerawanan muncul di daerah perbatasan, adanya pemilih yang belum masuk Data Pemilih Tetap (DPT) dan ada juga di daerah pedalaman terkait penyaluran surat suara. Kalau untuk hasilnya nanti sudah selesai nanti kita rilis hasilnya,” katanya kepada Tangerang Ekspres saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Rabu (6/2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here