Home TANGERANG HUB Sosialisasi PTSL Tak Utuh, BPN Diminta Menjelaskan dengan Detail

Sosialisasi PTSL Tak Utuh, BPN Diminta Menjelaskan dengan Detail

1
SHARE
SERTIFIKAT TANAH: Warga Kota Tangsel menunjukkan sertifikat tanah dari program PTSL yang dibagikan langsung Presiden Jokowi, tahun lalu. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

KOTA- Program pembuatan sertifikat tanah gratis Presiden Jokowi justru membingungkan warga. Presiden dengan tegas mengatakan warga yang ingin membuat sertifikat tanah melalui Pencatatan Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), tak dipungut biaya sepeser pun. Alias gratis. Namun, kenyataannya, masih ada pungutan hingga jutaan rupiah yang dilakukan oknum RT/RW.

Ketua DPRD Kota Tangerang Suparmi menilai, warga tidak mendapatkan informasi yang utuh tentang program PTSL. Seharusnya, menurutnya, Badan Pertanahan (BPN), Pemkot menyosialisasikan program ini dengan detali kepada lurah, RT/RW dan warga. Termasuk memberikan penjelasan dengan lengkap, biaya-biaya apa saja yang harus ditanggung warga dan biaya mana saja yang ditanggung negara. “Harusnya BPN, pemkot, lurah, RW dan RT menjelaskan secara detail bagaimana cara mengikuti program PTSL. Jangan hanya mengambil uang tetapi tidak menjelaskan prosesnya. Harusnya dalam hal ini dijelaskan, seperti AJB, Pajak Bumi dan Bangunan memang harus dibayar oleh warga. Jangan sampai warga tahunya gratis. Harus dijelaskan, mana saja yang gratis, dan mana saja yang harus dibayar,” ungkapnya.

Suparmi meminta kepada semua pihak yang terlibat dalam PTSL harus menjelaskan dengan detail dan harus bisa dipertanggung jawabkan. Apalagi ini program pemerintah pusat harus di sukseskan.

“Saran saya semua pihak harus duduk bersama menjelaskan kepada warga. Bahkan seharusnya dengan adanya PTSL ini bisa menguntungkan pemerintah kota, karena sebelum mengikuti program PTSL warga harus melunasi PBB nya terlebih dahulu,” tuturnya.

Kepala BPN Kota Tangerang Chandra Ganiel tidak bisa dikonfirmasi, kemarin. Menurut, seorang stafnya, Candra tidak ada di tempat.

Salah seorang warga Buaran Indah yang enggan namanya disebutkan mengatakan, diminta oknum ketua RT sebesar Rp 1,5 juta untuk ikut PTSL. Harapan sertifikatnya bisa cepat selesai.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here