Home TANGERANG HUB Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak

Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak

0
SHARE
TANDA TANGAN: Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar (tengah) dan perwakilan USAID Chris Valley (kedua dari kanan) saat akan melakukan perjanjian kerjasama di ruang rapat bupati, Rabu (13/2). FOTO: Setda for Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Tangerang cukup tinggi. Data pada 2018, sebanyak 44 kasus kematian ibu. Dan 247 kasus kematian bayi di Kabupaten Tangerang. Dari kasus tersebut, lima kecamatan memiliki jumlah kematian tertinggi yakni, Mauk, Tigaraksa, Sukamulya, Jayanti, dan Mekar Baru.

Menanggapi itu, Pemkab Tangerang melakukan langkah penandatangana kerja sama dengan United States Agency for International Development (USAID), Alfamart, Dinas Kesehatan, dan Kader Fopkia di Kantor Bupati Tangerang, Rabu (13/2).

Dian Mayang Sari, Kepala Bagian Kerjasama Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, kerjasama tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan khusunya ibu hamil dan balita. Dengan jangka panjang menurunkan jumlah kematian ibu dan anak.

“Kita pilih Alfamart, karena banyak ibu hamil dan balita yang belum datang ke posyandu dan puskesmas itu sasaran kita. Gerai Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di gelar setiap Sabtu, hanya untuk sementara di lima kecamatan karena menyumbang angka kematian ibu dan anak yang paling tinggi,” katanya saat ditemui Tangerang Ekspres di ruang kerjanya.

Kata Mayang, bantuan USAID berupa teknis dan fasilitator, adapun pihak  Alfamart menyediakan tempat dan perlengkapan lainnya. Dinas Kesehatan menyediakan tenaga kesehatan, dan  Forum Kesehatan Ibu dan Anak (Fopkia) melakukan penyisiran  dan bimbingan terhadap ibu hamil beresiko tinggi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here