Home TANGERANG HUB Usulan Musrenbang Didominasi Pembangunan Fisik

Usulan Musrenbang Didominasi Pembangunan Fisik

1
SHARE
USULAN: Kecamatan Pinang menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka menampung aspirasi masyarakat yang nantinya akan dijadikan program pembangunan, Rabu (13/2). FOTO: Randy/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Kecamatan Pinang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tahun 2020. Acara dihadiri perwakilan masyarakat, Rabu (13/2).

Dalam musrenbang tersebut, aspirasi masyarakat yang diajukan mecapai Rp 99 miliar. Nantinya akan menjadi sebuah program untuk melakukan pembangun di wilayah Kecamatan Pinang. Selain itu juga banyak masyarakat yang meminta program nonfisik untuk membangun sumber daya masyarakat di masing-masing wilayah yang ada di kecamatan Pinang.

Menurut Sekretaris Badan Perencanaan  Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang  Teddy Bayu Putra, Musrenbang ini sebagai wadah aspirasi masyarakat untuk dijadikan perencaan pembangun dimasing-masing wilayah sesuai program kerja.

“Musrenbang yang dilakukan untuk menampung aspirasi masyarakat dan selanjutnya kita akan jadikan sebuah program pembangunan yang akan melibatkan SKPD di bidangnya masing-masing,”ujarnya.

Teddy mengatakan, untuk kecamatan Pinang angka pengajuan aspirasnya mencapai Rp 99 miliar. Tetapi tidak semua dimasukan, karena nanti akan dipilih mana yang belum dan mana yang sudah ada pada program pembangunan di SKPD terkait.

“Pengajuan anggaran boleh saja, tetapi Rp99 miliar itu tidak semuanya dimasukan. Seperti program Bedah Rumah, jika tahun 2018 sudah ada maka tidak akan dimasukkan lagi. Begitu juga sebaliknya jika belum ada, maka kita masukan dan dilakukan pengerjaan sesuai dengan prioritas,” paparnya.

Teddy menambahkan, dalam musrenbang  tahun ini tidak ada pengajuan yang menonjol dari masyarakat. Semuanya sama saja yakni pembangunan fisik dan non fisik.

“Kalau pengajuan fisik sudah kita lakukan bahkan sudah dikerjakan 100 persen salah satunya penanganan banjir di Kota Tangerang. Dari 33 titik banjir di Kota Tangerang saat ini tinggal 2 titik. Artinya untuk masalah fisik pasti akan dilakukan. Sedangkan untuk non fisik masyarakat diminta untuk bisa melakukan kegiatan non fisik dengan sasaran akhirnya ketemu dengan Pemkot di pemberdayaan masyarakat,”pungkasnya.

Teddy berharap masyarakat bisa ikut andil dalam pembangunan yang dilakukan oleh Pemkot Tangerang. Karena dengan adaya keikut sertaan masyarakat pembangunan bisa tepat sasaran. (mg-9)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here