Home NASIONAL Riau Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan

Riau Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan

0
SHARE
KEBAKARAN HUTAN: Sejumlah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Babinsa, dan kepolisian berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan dekat pemukiman warga, di kecamatan Dumai Barat, kota Dumai, Dumai, Riau, Selasa (12/2/2019). Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah daerah di pesisir Riau semakin meluas akibat cuaca panas. FOTO: Antara Foto/Aswaddy Hamid

RIAU– Kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Riau, semakin meresahkan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menetapkan status siaga darurat penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 2019. Hal itu dipastikan setelah dilakukan rapat koordinasi antara pemerintah dan instansi lainnya yang terlibat dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan mengungkapkan, status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan dimulai, 19 Februari sampai 31 Oktober 2019. Penetapan status siaga darurat ini ditetapkan setelah melihat kondisi meningkatnya intensitas karhutla di beberapa wilayah di Riau, seperti Dumai, Rokan Hilir dan Bengkalis.

Dia berharap, bahwa penetapan status siaga darurat merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan koordinasi, sinkronisasi dan integrasi para pihak serta merespon cepat upaya penanganan karhutla secara dini.

”Beberapa kejadian karhutla yang meningkat di wilayah Provinsi Riau dipicu oleh kondisi cuaca kering menjadi parameter penting dalam penetapan status siaga darurat ini,” ungkap Raffles.

Dengan begitu, lanjut Raffles, pemerintah pusat telah menyusun beberapa kebijakan terkait pengendalian karhutla, salah satunya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor: P.9/Menlhk/Setjen/Kum.1/3/2018 tentang Kriteria Teknis Status Kesiagaan dan Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan.

Sementara itu, pantauan posko pengendalian karhutla, sejak 1 Januari-19 Februari 2019 berdasarkan satelit NOAA terdapat titik panas sebanyak 30 titik. Sedangkan, berdasarkan satelit TERRA AQUA (NASA), periode 1 Januari-19 Februari 2019 terdapat titik panas sebanyak 146 titik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here