Home TANGERANG HUB Butuh Tambahan Truk Sampah

Butuh Tambahan Truk Sampah

0
SHARE
SAMPAH: Petugas kebersihan sedang mengangkut sampah di permukiman warga, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

SEPATAN TIMUR – Maraknya tumpukan sampah liar menjadi persoalan kebersihan lingkungan di Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. Penyediaan tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) dianggap dapat menampung sampah rumah tangga milik masyarakat.

Tetapi, penyediaan TPSS tidak akan bisa menyelesaikan persoalan tumpukan sampah liar, bila penyediaan TPSS tidak dibarengi dengan pengadaan kendaraan truk sampah. Pasalnya, kendaraan tersebut berfungsi untuk mengangkut sampah dari TPSS ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

Mulyadi, Camat Sepatan Timur mengatakan, pihaknya baru memiliki satu unit mobil truk sampah, digunakan untuk mengangkut sampah milik warga di Desa Lebak Wangi, Gempol Sari, Kedaung Barat, Tanah Merah, Kampung Kelor, Pondok Kelor, Sangiang dan Jatimulya.

“Kami baru memiliki satu unit mobil truk sampah yang dipakai untuk mengangkut sampah milik warga di delapan desa di Kecamatan Sepatan Timur,” kata Mulyadi, kepada Tangerang Ekspres. Jumat (22/2).

Dengan begitu, ia mengakui pihaknya belum dapat menyelesaikan permasalahan sampah di Kecamatan Sepatan Timur. Namun, saat ini pihaknya sudah mengusulkan penambahan mobil truk sampah kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang.

Selain itu, pihaknya akan membangun TPSS di sejumlah titik sebagai tempat penampungan sementara sampah rumah tangga dari pemukiman warga.

“Kedua hal itu, adalah wujud langkah awal upaya menyelesaikan persoalan sampah di Kecamatan Sepatan Timur,” ujarnya.

Sehari, ia menyampaikan, satu unit mobil truk sampah tidak bisa mengangkut sampah di delapan desa di Kecamatan Sepatan Timur. Sebab, sopir truk tanah mengaku hanya dapat mengangkut sampah sebanyak satu mobil truk dalam sehari.

“Penyebabnya, banyak tempat sampah liar yang harus dibersihkan. Dan, lamanya antrian mobil truk tanah saat membuang sampah di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk,” tuturnya.

Senada dengan Mulyadi, Junaidi, Kepala Desa Pondok Kelor mengatakan, masyarakat membuang sampah di tempat sampah liar karena mereka belum terfasilitasi TPSS.

“Ketika saya ingin membangun bak sampah, saya khawatir tidak ada truk mobil sampah yang datang mengangkut sampah. Sebab, mobil truk sampah tidak setiap hari datang ngangkut sampah. Pasalnya, cuma ada satu mobil truk sampah di Kecamatan Sepatan Tmur,” kata Junaidi. (zky/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here