Home TANGERANG HUB Kota Tangsel Kekurangan SMPN dan Penyebaran Tidak Merata

Kota Tangsel Kekurangan SMPN dan Penyebaran Tidak Merata

1
SHARE
Taryono, Kadindikbud Kota Tangsel

CIPUTAT-Kota Tangsel masih kekurangan sekolah menengah pertama negeri (SMPN). Kota pemekaran dari Kabupaten Tangerang tersebut baru memiliki 22 SMPN dan 170 SMP swasta. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel Taryono mengatakan, SMPN dari sisi jumlah kurang dan sebarannya tidak merata di tujuh kecamatan.

“Di Ciputat sekarang baru ada satu sekolah, yakni SMPN 6 yang berada di Jombang,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (25/2).

Taryono menambahkan, untuk mengatasi hal tersebut Pemkot Tangsel pada 2020 akan membangun dua SMPN di Ciputat, yakni SMPN 23 dan SMPN 24. Namun, lokasinya belum ditentukan. Namun yang pasti dibangun tiga lantai, karena mencari lahan yang luas di sangat sulit.

Tak hanya itu, tahun ini Pemkot Tangsel juga akan merenovasi gedung SMPN 5 dan SMPN 22 dengan menambah ruang rombongan belajar (rombel). “Ke depan semua sekolah akan dimaksimalkan dan ditambah rombelnya. Alternatifnya gedung akan dibangun tingkat lantaran keterbatasan lahan,” tambahnya.

Masih menurutnya, sekolah yang baik harus memiliki 33 rombel, laboratorium komputer minimal tiga ruang, laboratorium dua ruang, perpustakaan dan guru bimbingan penyuluhan (BP). Taryono mencontohkan, dalam satu sekolah seharusnya kelas XII, XIII dan IX masing-masing memiliki minimal 11 rombel.

Sedangkan untuk SMP swasta Taryono mengaku justru ada sekolah yang mengeluh kekurangan murid. Contohnya, tahun lalu ada 23.000 wiswa SD/MI yang lulus. Namun, yang daftar online penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk masuk ke SMPN hanya 11.000. “Sisanya sekitar 11.000 lagi mendaftar ke SMP swasta dan sisanya sekolah ke luar Tangsel,” jelasnya. Mantan Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Tangsel tersebut menuturkan, tahun ini diharapkan banyak yang masuk SMP swasta, karena, kualitasnya tidak kalah dengan negeri. Sekolah swasta juga harus meningkatkan kualitasnya agar orangtua mau menjadikan pilihan utama, serta harus ada program unggulan yang bisa ditawarkan. “Kalau untuk SD kita tidak kekurangan sekolah maupun murid, saat ini kita memiliki 157 SDN dan 166 SD swasta. (bud)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here