Home OLAHRAGA Jelang Piala Presiden 2019, Pede Tanpa Pemain Asing

Jelang Piala Presiden 2019, Pede Tanpa Pemain Asing

0
SHARE
KOKOH: Muhammad Roby (kiri) diyakini akan menambah kekuatan di lini belakang tim Ungu bersama dengan Rio Ramandika pada ajang Piala Presiden 2019.

SKUAT Persita Tangerang dipastikan bertolak menuju Malang, Sabtu (2/3) pagi untuk menghadapi babak penyisihan Grup E Piala Presiden 2019. Dengan berkekuatan 22 pemain Pendekar Cisadane mengandalkan 100 persen pemain lokal. Tim Ungu tidak merekrut pemain asing pada turnamen pramusim ini.

Berbeda pada keikutsertaan pertama Persita di Piala Presiden tahun 2015, dimana ada dua pemain berkategori asing pada diri Raphael Maitimo (WNI) dan Bruno Casmir. Musim ini skuat besutan widodo Cahyono Putro (WCP) berkekuatan murni pemain lokal.

“Kami mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi Liga 2 yang tidak boleh memakai pemain asing, meski di Piala Presiden ini dibolehkan merekrut pemain asing tapi buat kami itu tidak ada manfaatnya. Kami ingin mematangkan kekuatan untuk Liga 2 tahun 2019, makanya semua pemain lokal,” ucap I Nyoman Suryanthara Manajer Persita.

Nyoman sendiri cukup yakin tim yang ditangani kuarter asisten pelatih Persita Wiganda Saputra-Ilham Jayakesuma-Mukti Ali Raja-Hendra Mukhtar Hasibuan akan mampu memberi perlawanan pada tiga tim yang berada di Grup E yakni Arema FC, Persela Lamongan dan Barito Putera.

Bahkan, ungkap Nyoman, pihaknya mematok target kemenangan dari tiga pertandingan yang akan dilakoni. Salah satu target menang dicanangkan saat Muhammad Roby dkk bertemu Persela di laga pertama Grup E, Senin (4/3).

“Kami tidak menargetkan lolos ke babak selanjutnya, tapi kami mengincar kemenangan dari tiga pertandingan di Grup E. Paling pahitnya kami ingin pulang dengan membawa poin,” tukas Nyoman.

Sementara soal kemampuan tim, Asisten Pelatih Persita Wiganda Saputra cukup yakin pemain mampu tampil kompak. Itu didasari pengamatan dirinya pada latihan terakhir jelang keberangkatan ke Malang, dimana pemain menunjukkan kekompakan dalam menyerang dan bertahan.

“Transisi dari menyerang ke bertahan atau sebaliknya mampu dijalankan dengan baik oleh pemain, tidak ada perbedaan yang mencolok antara pemain utama dengan yang lainnya. Tapi yang mencolok adalah determinasi pemain saat menyerang, mudah-mudahan ini mampu ditingkatkan saat pertandingan nanti,” tukas pria yang akrab disapa Gandul itu. (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here