Home NASIONAL Kantong Plastik Berbayar Kurang Efektif

Kantong Plastik Berbayar Kurang Efektif

0
SHARE
PLASTIK BERBAYAR: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menilai plastik berbayar kurang efektif mengurangi sampah plastik. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

JAKARTA-Kantong plastik berbayar, tidak akan efektif menurunkan sampah plastik. Bahkan kebijakan plastik berbayar itu, belum dilaporkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengungkapkan, hingga kini belum mendapat  pemberitahuan secara resmi dari Aprindo mengenai program Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG)

“Kami tidak tahu secara detail. Tapi yang KLHK kedepankan adalah bukan terminologi plastik berbayar, akan tetapi kurangi penggunaan plastik sekali pakai,” kata Vivien pada Jawa Pos kemarin (3/3).

Menurut Vivien apa yang sedang ingin dicapai oleh KLHK berbeda konsep dengan yang dilakukan oleh Aprindo. Plastik berbayar lebih terkait dengan bisnis.

Sementara upaya mengurangi penggunaan plastik, konsepnya adalah mengurangi beban sampah plastik sekali pakai yang dibuang ke lingkungan.

KLHK pada tahun 2016 pernah menginisiasi program kantong plastik berbayar.  Namun dengan prinsip pengurangan beban sampah yang dibuang ke lingkungan tersebut, maka kegiatan kantong plastik dengan berbayar di tahun 2016 tidak diteruskan.

Vivien menambahkan, KLHK saat ini sedang menyusun rancangan peraturan menteri LHK terkait dengan pengurangan sampah plastik dari kantong belanja plastik sekali pakai. Konsep yang dibuat adalah pembatasan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Alternatif lainnya adalah tetap menggunakan kantong belanja namun yang mudah terurai ke lingkungan seperti yang berasal dari nabati.  “Peraturan akan keluar tahun ini,” pungkas Vivien.

Upaya mengurangi penggunaan kantong plastik melalui kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, disebut perlu untuk dikaji lebih komperhensif. Tak ada bantahan mengenai misi menjaga lingkungan. Semua pihak setuju bahwa sampah plastik harus dikendalikan. Namun dengan regulasi dan tindakan yang tepat, inisiatif untuk mengurangi sampah plastik tidak akan mengorbankan industri lain.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Industri Aromatika, Olefin, dan Plastik (Inaplas) Suhat Miyarso menyebut bahwa masalah terkait plastik berakar dari pengelolaan sampah yang belum tepat.

Antisipasinya, lanjut Suhat, seharusnya adalah penggalakan pengelolaan sampah bukan pembatasan atau bahkan pelarangan penggunaan plastik. Menurut Suhat, keberadaaan industri plastik banyak melibatkan industri kecil dan menengah. Pembatasan bisa membuat roda industri di sana mandek.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here