Home TANGERANG HUB Bapenda Sulit Tarik PBB-BPHTB, Pemilik Apartemen Hanya Punya PPJB

Bapenda Sulit Tarik PBB-BPHTB, Pemilik Apartemen Hanya Punya PPJB

1
SHARE
SOSIALISASI: Pejabat Disperkimta menyosialisasikan PBB dan BPHTB kepada pemilik apartemen di Resto Telaga Seafood, Serpong Utara, Kota Tangsel, Kamis (14/3). FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangsel kesulitan menarik Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) pada apartemen. Ini lantaran, proses peralihan bangunan apartemen yang belum memenuhi syarat.

Yakni, selama ini proses jual beli apartemen dilakukan dengan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) padahal, dasar pungutan BPHTB dengan Akta Jual Beli (AJB).

Untuk itulah, Bapenda melakukan sosialisasi PBB-BPHTB untuk apartamen. Kepala Bapenda Kota Tangsel Dadang Sofyan mengatakan, dalamn upaya menggali BPHTP dari pemilik apartemen ada tahapannya. Yakni, pemilik harus menunjukkan pertelaan (daftar keterangan tentang suatu hal), ini sebagai dasar Badan Pertanahan Nasional (BPN) bisa memecah sertifikat per unit.

“Di daerah lain ada Perda soal pertelaan. Namun, di Tangsel dasarnya Perwal yang ada di Dinas Perkimta,” ujarnya kepada Tangerang Eskpres seusai sosialisasi PBB-BPHTB kepada pemilik apartemen di Restoran Telaga Seafood, Kamis (14/3).

Dadang menambahkan, di Tangsel pemilik harus mengajukan surat keputusan (SK) pertelaan ke Dinas Perkimta. Setelah dapat SK baru diterima oleh PPB baru dipecah sertifikat per unitnya. “Kalau sudah jadi sertifikat baru bisa dibuat Akta Jual Beli (AJB) dan baru bisa ditarik BPHTB,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pajak Daerah 1 pada Bapenda Kota Tangsel Indri Sari Yuniandri mengatakan, di daerah lain memiliki Perda soal pertelaan namun, di Tangsel atau di Dinas Perkimta adanya Perwal.

“Saya belum tahu Perwal ini sudah disosialisasikan kepada pemilik apartemen atau belum,” ujarnya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here