Home OLAHRAGA Tensi Tinggi, MotoGP Tolak Winglet Honda

Tensi Tinggi, MotoGP Tolak Winglet Honda

0
SHARE
Andrea Dovizioso (04), Marc Marquez (93)

SANTIAGO-Balapan di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, besok malam, Minggu (31/3) bakal panas. Tensi tinggi tidak hanya terjadi di trek. Di dalam tim mekanik pun bakal menguras emosi. Terutama tim Honda dan Ducati. Ini terjadi setelah FIM dan MotoGP mengeluar keputusan kontroversial, soal winglet yang dipakai tim Ducati, pada motor Andrea Dovizioso yang menjuarai balapan di Qatar. Tim Repsol Honda harus gigit jari. Tim yang menaungi Marc Marquez dan Jorge Lorenzo itu, juga mengajukan winglet yang mirip digunakan Ducati. Sayangnya, langkah tersebut terganjal. MotoGP menolak permintaan Honda.

Honda bersama tiga pabrikan lainnya sebelumnya mengajukan dua kali protes terkait winglet yang dianggap memberikan downforce buat Ducati di seri pembuka di Sirkuit Losail, Qatar dua pekan lalu. Namun, FIM dan MotoGP menolak protes tersebut, lalu Ducati tetap diperbolehkan menggunakan piranti tambahan tersebut di sisa musim ini.

Tim juara bertahan itu seperti mencari celah dengan keputusan tersebut. Tetapi pada akhirnya homologi (fungsi dan bentuk) winglet tersebut ditolak Danny Aldridge, Direktur Teknik MotoGP ketika mendapatkan informasi terkait fungsinya. Yakni untuk mendukung aspek aerodinamis motor Honda.

Bos Aprilia, Massimo Rivola yang berada di garda terdepan memprotes winglet Ducati penasaran dengan langkah serupa yang mungkin saja dilakukan tim pabrikan lainnya. “Tetapi, alih-alih mengacu untuk pendingin ban belakang, secara terbuka mengakui untuk menghasilkan bantuan aerodinamis,” ujarnya dikutip Motorsport.

Alasan yang sama, yakni karena untuk mendinginkan ban belakang sebelumnya disuarakan Gigi Dall’Igna, bos Ducati. Di sisi lain, Yamaha menjadi satu-satunya pabrikan yang tidak ambil bagian dalam protes tersebut. Andrea Dovizioso rupanya justru santai soal kemungkinan perangkat aerodinamika Desmosedici GP19 berimbas pada kemenangannya di MotoGP Qatar. Menyusul putusan final Federasi Balap Motor Internasional (FIM), DesmoDovi sah dan tetap dinyatakan sebagai pemenang di Qatar. Protes yang diajukan Honda, Suzuki, Aprilia serta KTM telah resmi ditolak.

Dalam konferensi pers jelang MotoGP Argentina, pengguna nomor 04 itu mengatakan, perangkat aerodinamika tidak berkontribusi terhadap kejayaannya saat balapan pembuka. “Saya tak khawatir tentang poin. Kemungkinan terburuk, mereka akan melarang kami menggunakannya di masa depan,” tukas Dovizioso.

“Tentang hal itu, saya tidak terlalu mengkhawatirnnya, karena kami (hanya) memasang saat warm-up. Juga kami tidak punya banyak data dari perangkat tersebut. Ketika Anda memakai sesuatu, karena ada sesuatu yang menarik, tapi kami tidak punya banyak data,” imbuhnya.

Pada kesempatan sama, Marc Marquez, Alex Rins dan Valentino Rossi ditanya apakah bakal mengikuti Ducati untuk mengadopsi perangkat aerodinamika di motor masing-masing. The Baby Alien berharap setiap pabrikan menjajal versi uji coba, walau ia meragukan komponen tersebut memiliki dampak performa. “Yang pasti sedang mencoba menganalisisnya. Mereka mencoba memahami mana fungsi khusus dan di mana anda dapat meningkatkannya,” jawab sang juara dunia bertahan. “Saya yakin semua pabrikan akan mencobanya. Namun, saya kira itu tidak memangkas banyak waktu,” kata Marquez.

Ada pun, Rossi menyebut, Yamaha kemungkinan mengikuti jejak Ducati. Walau The Doctor tak mengetahui rencana khusus skuat garpu tala. Perangkat aerodinamika Ducati mirip seperti yang digunakan Yamaha saat balapan basah Valencia 2018. Tetapi milik pabrikan Jepang untuk membelokkan percikan air agar tidak mengenai ban belakang. Maverick Vinales mengungkapkan, komponen Yamaha tersebut harus dirancang ulang agar memiliki efek yang mirip dengan perangkat aerodinamika Ducati. (nap/mts)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here