Home HUKUM Gubuk Jadi Tempat Prostitusi, Di Lahan Kemenkumham

Gubuk Jadi Tempat Prostitusi, Di Lahan Kemenkumham

1
SHARE
SEPI: Salah satu area di lahan Kemenkumham yang diduga dijadikan tempat prostitusi, Kamis (4/4). FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Lurah Tanah Tinggi Hadi Ismanto meminta Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) menertibkan bangunan liar di depan Pasar Tanah Tinggi.

Area tersebut saat ini digunakan para pemulung untuk mengumpulkan barang bekas, serta ada oknum sengaja membangun gubuk tempat prostitusi.

Meski sudah beberapa kali ditertibkan, masih ada saja PSK yang menggunakan tempat tersebut untuk melakukan transaksi esek-esek.

“Tempat itu sering saya tertibkan bersama Satpol PP, tetapi ada lagi PSK yang menggunakannya. Apalagi disitu ada oknum yang sengaja membangun gubuk,”ujar Hadi kepada Tangerang Ekspres.

Hadi menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan serta melakukan penertiban jika memang disitu kembali menjadi tempat prostitusi. Padahal lahan tersebut milik Kemenkumham, tetapi tidak ada tindakan penutupan dan dibiarkan terbuka.

“Beberapa waktu lalu, puluhuan PSK diamankan oleh Satpol PP Kota Tangerang karena kedepatan sedang melayankan tamunya di gubuk yang dibangun oknum tidak bertanggung jawab. Bahkan gubuk tersebut disewakan Rp20 ribu untuk sekali kencan,”paparnya.

Lanjut Hadi, dirinya meminta agar segera ada tindakan penutupan, apalagi area tersebut dekat dengan kantor Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangerang.

“Secepatnya saja ditutup, jika dibiarkan akan ada lagi PSK yang mangkal. Ditempat itu juga tidak ada warganya, hanya para pemulung yang sengaja menggunakan lahan tersebut untuk mengumpulkan barang bekas mereka,”tuturnya.

Pantauan Tangerang Ekspres di lapangan, wilayah tersebut tertera plang bertuliskan tanah milik Kemenkumham. Tetapi di dalamnya ada warung serta beberapa gubuk dan juga tumpukan barang bekas milik para pemulung yang tinggal ditempat tersebut. (mg-9)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here