Home OLAHRAGA Persebaya vs Arema FC, Pertaruhan Reputasi

Persebaya vs Arema FC, Pertaruhan Reputasi

0
SHARE
Manuchekhr Dzhalilov

SURABAYA-Dua tim Jawa Timur (Jatim) bentrok di leg pertama final Piala Presiden 2019 di stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, sore ini. Persebaya menjamu tamunya, Arema FC. Laga ini, bukan sekadar untuk memuluskan langkah untuk meraih gelar juara. Lebih dari itu, sebagai pembuktian siapa tim terbaik dari laga bertajuk Derby Jatim itu.

Persebaya dan Arema FC memang punya rivalitas tinggi. Gesekan antar dua kelompok suporter, yakni Bonek dan Aremania membuat laga sore nanti bakal berlangsung panas. Apalagi, tajuknya adalah final. “Ini jihad fi sabilillah,” kata Bejo Sugiantoro, asisten pelatih Persebaya. Darah Bejo memang sudah sangat hijau. Maklum, kariernya sebagai pemain juga banyak dihabiskan di Persebaya.

Karena itu, dia menjanjikan anak asuhnya akan tampil fight. “Kami akan bermain dengan gaya Persebaya,” tambah asisten pelatih 42 tahun itu. Gaya yang dimaksud adalah tipe permainan ngeyel khas Surabaya. Enggan kalah dalam perebutan bola. “Motivasi kami untuk menang sangat berlipat-lipat,” tambah Misbakus Solikin, gelandang Persebaya.

Apalagi, penggawa Green Force dalam kondisi oke. Meski, cuma memiliki waktu dua hari saja untuk recovery. Hanya kapten Ruben Sanadi yang masih diragukan tampil. Dia dibekap cedera lutut kanan. Selain itu, seluruh pemain siap tampil. Termasuk komposisi pemain yang mampu membekap Madura United 3-2 di leg kedua semifinal (6/4) lalu. Hasil itu pula yang jadi modal di final. “Itu catatan positif. Karena kami mampu mengalahkan Los Galacticos (Madura United), tim bertabur bintang,” tegas Bejo.

Meski menargetkan kemenangan, Bejo tak berani sesumbar. “Setiap tim berambisi untuk menang. Tapi ini dua leg. Agregat gol memang berpengaruh, tapi yang pasti kami ingin menang. Laga besok (hari ini) pasti menarik,” tambah Bejo. Hal itu diamini oleh Misbakus Solikin. “Kalau saya pribadi nggak ada target. Siapapun yang mencetak gol nggak masalah, yang penting Persebaya menang,” kata pemain 26 tahun itu.

Apalagi, Persebaya akan mendapat dukungan penuh dari Bonek. Teror kepada tim tamu jelas sangat besar. Sebab, 50 ribu lembar tiket yang dicetak sudah sold out. Tapi, hal itu ternyata tak membuat kubu Singo Edan (julukan Arema FC) keder. “Kami datang ke sini (Surabaya) untuk menang dan menikmati laga. Atmosfer pasti akan beda, tapi itu bagus untuk sepakbola Indonesia,” kata Milomir Seslija, pelatih Arema FC.

Dia menjelaskan, laga final kali ini memang sangat ideal. Sebab menurutnya Persebaya dan Arema FC adalah dua tim terkuat saat ini. Karena itu, dia tahu bukan hal mudah untuk mengalahkan Persebaya. Apalagi di GBT. Musim lalu saja, Singo Edan kalah 1-0 kala bersua Green Force (julukan Persebaya) di GBT pada 6 Maret 2018. Tapi, kali ini beda. Milo mengaku sudah mengantongi kelemahan Persebaya.

“Saya percaya kami bisa berbuat sesuatu di sini (Surabaya). Saya optimistis,” tambah mantan pelatih Madura United itu. Hanya, gelandang Arema FC Hanif Sjahbandi tahu membuat kejutan di Surabaya benar-benar butuh kerja keras. Apalagi, dari statistik, sepanjang gelaran Piala Presiden 2019, Green Force memang satu-satunya tim yang belum terkalahkan.

Total, Persebaya sudah melakoni enam laga di ajang pra musim ini. Hasilnya, meraih lima kemenangan dan satu hasil imbang. Mencetak 13 gol dan kebobolan 7 gol. Sementara Arema pernah satu kali menelan kekalahan. Yakni saat dikandaskan Persela Lamongan 1-0 (9/3) lalu. “Kami tahu Persebaya tim yang kuat. Tapi laga besok (hari ini) sangat spesial, karena itu kami harus mengerahkan semua tenaga untuk (kemanangan) Arema,” tegas pemain timnas U-23 itu. (jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here