Home TANGERANG HUB KPU Simulasi Perhitungan Cepat, Jaringan Jadi Kendala

KPU Simulasi Perhitungan Cepat, Jaringan Jadi Kendala

1
SHARE
UJICOBA: Para operator situng nasional melakukan simulasi penginputan data dari formulir salinan C-1 di kantor KPU Kabupaten Tangerang di Tigaraksa, Rabu (10/4). FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Simulasi perhitungan surat suara secara cepat (quick qount) versi Komisi Pemilihan Umum (KPU) berasal dari data formulir C-1 ternyata masih mendapatkan kendala.

Komisioner Divisi Teknis KPU Kabupaten Tangerang Ahmad Subagja, mengatakan, perhitungan secara cepat menggunakan formulir C-1 tak berhologram diambil dari TPS yang diantarkan petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Formulir salinan tersebut harus segera diantarkan ke kantor KPU untuk dilakukan input data.

“Formulir itu kita scan terlebih dahulu dan baru dilakukan input data ke website KPU menggunakan aplikasi sistem perhitungan (situng). Ini simulasi yang ketiga sebelumnya 27 Maret serta 3 April 2019,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Rabu (10/4).

Kata Subagja, secara keseluruhan ada 50 orang yang terlibat sebagai operator dalam sistem perhitungan yang rata-rata merupakan mahasiswa di perguruan tinggi se-Kabupaten Tangerang. Saat pelaksanaan nanti, dibagi dalam dua shift kerja mulai dari pukul 07.00 sampai 19. 00. Dan dari pukul 19.00 sampai 07.00 WIB.

Perihal stamina para petugas, Subagja sudah memperhitungkan mulai dari segi makanan serta minuman dan pembagian jam kerja. Walaupun mereka bekerja selama 12 jam secara bergantian, ia mengungkapkan kesehatan serta sumber daya manusia sudah masuk perhitungan KPU.

“Mereka dibagi ada yang melakukan scan, perhitungan, serta input data. Kita bagi 25 orang bekerja dari pagi hingga malam. Sisanya mulai dari malam hingga pagi. Stamina dan semuanya kita perhatikan betul,” lanjut Subagja.

Lanjut Subagja, perhitungan menggunakan salinan formulir C-1 merupakan bagian dari program transparasi publik. Secara cepat publik dapat mengetahui kemenangan calon legislatif atau pun presiden dari hasil perhitungan suara melalui salinan formulir C-1.

“Seperti quick qount versi KPU, akan tetapi tetap yang menjadi patokan kita hasil dari real qount yang dilakukan berjenjang di TPS ke PPK hingga ke KPU pusat. Untuk situng ini sebagai bentuk transparasi publik,” ucap Subagja.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here