Home TANGERANG HUB AP II Dituding Setengah Hati, Perimeter Selatan Belum Dibuka

AP II Dituding Setengah Hati, Perimeter Selatan Belum Dibuka

1
SHARE
BELUM DIBUKA: Petugas gabungan dari kepolisian, Railink dan Angkasa Pura II saat menutup Jalan Perimeter Selatan beberapa waktu lalau. Dishub mendesak APII untuk segera membuka jalur tersebut. FOTO: Randy/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang menuding PT Angkasa Pura (AP) II setengah hati membuka Jalan Perimeter Selatan. Hingga saat ini rencana pembukaan jalur belum terealisasi.  Belum dibukanya jalur tersebut berdampak kemacetan yang sulit diatasi.

Kabid Lalin Dinas Perhubungan Kota Tangerang Andika Nugraha mengatakan, AP II harus segera membuka Jalan Perimeter Selatan jalur M1. Karena kondisi lalulintas di sana sangat padat dan menjadi pusat kemacetan saat jam kerja.

“Kaya ikhlas enggak ikhlas PT AP II itu. Permasalahannya, Perimeter Selatan digunakan Kereta Batuceper-Bandara, kalau kita diberikan akses tidak bisa kita sendiri, harus melibatkan PT Railink, gerbangnya koordinasi Avsec PT AP II, pertanyaannya mau sampai kapan dilempar-lempar,”ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (16/4).

Andika menambahkan, Dishub meminta AP II serius terkait hal itu, lantaran kebutuhan masyarakat Kota Tangerang terhadap pembukaan jalur tersebut sudah sangat mendesak.

“Kami maunya jalur M1 Perimeter Selatan dibuka, karena simpul kemacetan akibat akses yang hanya satu sangat merugikan masyarakat yang menggunakan jalur itu bukan hanya warga Kota Tangerang, tapi Kabupaten Tangerang bahkan Tangerang Selatan melintas di pintu Jalan Pajang, Benda,”ungkapnya.

Andika menjelaskan, kunci terealisasinya pembukaan jalur M1 Perimeter Selatan merupakan kerja sama semua pihak. Pemkot  siap membantu apabila pihak AP II dan PT Railink membutuhkan petugas untuk menjaga gerbang pintu perlintasan Kereta Bandara.

“Kalau ngomongin kebutuhan masyarakat ya sudah, akses dibuka dari jam 5 sampai 9 pagi dan jam 4 sore sampai 8 malam akses Tangerang di peak hour. Ini perlu ada kerja sama intens beberapa pihak; dari pemerintah kota, Railink, dan AP II, tidak bisa kita sendiri, bagaimana kita tahu kereta Batuceper berangkat dari Bandara, berapa lama durasinya, kan mereka yang tahu,”tuturnya.

Andika berharap, permasalahan tersebut bisa ditindaklanjuti lagi oleh AP II, jangan sampai berlarut-larut didiamkan dan tidak ada solusi. Karena jika didiamkan kemacatan akan terus bertambah.

“Mudah-mudahan bisa terlaksana, kita akan siap bantu untuk bisa mengurai kemacetan di jalur itu. Terpenting jalur M1 segera dibuka agar bisa mengurai kemacetan di wilayah tersebut,”ungkapnya.

Untuk diketahui, akses jalur M1 Perimeter Selatan batal dibuka pada awal Maret 2019 lalu. Hal tersebut dikarenakan AP II belum mendapatkan izin keselamatan dari Dirjen Perkeretaapian Kemenhub. (mg-9)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here