Beranda TANGERANG HUB Dinkes Selidiki Korban Meninggal Digigit Semut

Dinkes Selidiki Korban Meninggal Digigit Semut

0
BERBAGI
DUKA: Terlihat karangan bunga di rumah duka di Desa Sukasari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

RAJEG – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menyelidiki meningglanya Rizki Ananda Tri Oktaviani, yang diduga akibat digigit semut. Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan (P2P Dinkes) Kabupaten Tangerang mendatangi kediaman almarhum, di Desa Sukasari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang pada awal pekan ini.

Salah satu perawat RSU Tangerang itu, diduga meninggal dunia setelah tergigit serangga sejenis semut belum lama ini. Kedatangan tim P2P Dinkes Kabupaten Tangerang ke rumah almarhum bertujuan untuk mencari sarang semut di kediaman korban.

dr Hendra Tarmizi MARS, Kepala Bidang P2P Dinkes Kabupaten Tangerang mengatakan, setelah pihaknya melakukan penelusuran di kediaman korban, tidak ditemukan sarang serangga sejenis semut yang menggigit korban.

“Kami melihat foto serangga sejenis semut yang sempat difoto Rizki Ananda Tri Oktaviani, sebelum meninggal dunia. Serangga itu adalah semut biasa, berdasarkan keterangan dari seorang rekan kami, seorang ahli serangga dari IPB,” kata Hendra, kepada Tangerang Ekspres, Selasa (23/4).

Menurutnya, korban memilik alergi terhadap cairan dari serangga. Dampak dari itu, setelah terkena gigitan semut, korban mengalami reaksi seperti gatal, panas disertai sesak nafas. “Hal itu disampaikan keluarga korban,” jelasnya.

Ia menuturkan, beberapa tahun lalu, korban juga pernah tergigit serangga berjenis ‘tomcat’. Pada saat itu, korban-pun mengalami reaksi yang sama setelah terkena gigitan serangga itu, tapi nyawa korban masih bisa diselamatkan, setelah menerima pertolongan medis dari Puskesmas Sepatan.

Sayangnya, kali ini nyawa korban tidak dapat diselamatkan meskipun sempat mendapatkan pertolongan medis di Puskesmas Sepatan. Yang membuat haru, korban meninggal dipelukan orangtua korban, sebelum  dibawa ke RSU Tangerang.

“Kami akan bisa mengetahui secara pasti zat apa yang menyebabkan korban meninggal setelah melakukan forensik, tapi keluarga korban mengganggap hal ini sebagai musibah. Jadi, tidak perlu diforensik,” ucapnya.

Sementara itu, Rusnadi, suami korban mengatakan, istrinya memang memiliki riwayat alergi terhadap gigitan serangga. “Beberapa tahun lalu, istri saya pernah disengat tomcat, kemudian mengalami efek yang sama. Tapi, pada saat itu masih bisa diatasi karena segera berobat ke Puskesmas Sepatan,” singkatnya, kepada wartawan. (zky/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here