Home TANGERANG HUB Pengawas TPS Dibawa ke RSJ Grogol

Pengawas TPS Dibawa ke RSJ Grogol

1457
0
SHARE

MAUK – Yosep Maulana Yusuf, pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) 04 Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grogol, Jakarta, Selasa (23/4) sore. Perilaku pria berusia 25 tahun itu tidak seperti biasanya. Warga Kampung Bebulak RT 01/02, Desa Marga Mulya itu, tiba-tiba mengamuk di dalam rumahnya hingga merusak sejumlah barang rumah tangga.

Uci Sanusi, ayah Yosep mengatakan, anaknya mengawal proses persiapan, pemungutan suara, perhitungan suara dan rekapitulasi suara Pemilu 2019, di TPS 04 Desa Marga Mulya hingga Kamis pagi. Padahal, sambungnya, pada waktu itu dia sudah mengingatkan kepada anaknya agar tetap menjaga kesehatan.

“Udah saya bilangin ke dia (Yosep-red), supaya jangan nginep di TPS. Eh, dia malah jawab enggak enaklah kalau ditinggal, soalnya dia pengen ngawal TPS. Sebab, dia bilang kalau ada apa-apa dia yang bertangung jawab” tutur Uci, kepada Tangerang Ekspres, Rabu (24/4).

Selepas bertugas, Uci mengatakan, anaknya malahan tidak bisa tidur pada Kamis malam. Uci melihat anaknya justru jalan mondar-mandir di dalam rumah. “Sejak itulah, Yosep lebih banyak bengong. Maka, kami bawa Yosep ke poli jiwa di RSU Tangerang pada Senin malam,” ucapnya. Uci memaparkan, sekitar Pukul 11.00 WIB pada Selasa lalu, perilaku Yosep semakin aneh. Ia mengunci rumah, saat dia bersama istrinya sedang beraktivitas di halaman rumahnya.

Di dalam rumah, lanjut Uci, Yosep mengamuk hingga merusak sejumlah barang seperti, lemari televisi, kipas angin, salon aktif dan telepon genggam. “Dengan sigap, saya bongkar pintu belakang rumah untuk menenangkan anak saya. Sebab, Yosep juga ingin membakar kasur di dalam kamar,” tukasnya.

Kemudian, Uci memberitahukan peristiwa itu kepada panwaslu kecamatan Mauk dan Polsek Mauk. Akhirnya, Yosep dibawa ke RSJ Grogol, Jakarta, menggunakan mobil diantara petugas Polsek Mauk, Ketua BPD Marga Mulya dan dua orang lainnya pada Selasa sore.

Di RSJ itu, penuturan Uci, dia diminta dokter menjenguk anaknya secara berkala saja. Artinya, tidak perlu menjenguk setiap hari. Penyampaian dokter, tutur Uci, hal itu agar memberikan ketenangan jiwa kepada Yosep. “Jadi, dokter bilang ke saya jenguk jangan setiap hari, agar anaknya merasa tenang dan beristirahat cukup,” ucapnya. Ia menuturkan, Yosep memiliki riwayat berperilaku aneh seperti ini pada 2014 lalu. Pada saat itu, anaknya suka jalan mondar-mandir di sekitar rumah. Walaupun begitu, anaknya tidak pernah mengamuk, malahan lebih sering berdiam diri saja.

“Dahulu, anak saya begitu, entah karena salah pergaulan hingga mengkonsumsi obat atau apa, saya enggak tahu. Tapi, dia (Yosep-red) berperilaku aneh itu hanya selama beberapa pekan. Dia kembali normal setelah diobatain di RSU Tangerang,” kata Uci.

Bahkan, Uci menuturkan, anaknya bekerja di salah satu pabrik di Kecamatan Teluknaga, mulai 2015 sampai 2017. Kemudian, berpindah tempat kerja pada 2018 lalu. Setalah menganggur beberapa lama, Yosep ingin menjadi pengawas TPS pada Pemilu 2019 ini.

Di tempat terpisah, Federik, Panwaslu Kecamatan Mauk mengatakan, Yosep pernah berperilaku aneh seperti itu pada beberapa tahun lalu. Namun, perilaku itu kambuh kembali setelah bertugas menjadi pengawas TPS pada Rabu lalu. “Orangtuanya bilang anak mereka sampai ngamuk di dalam rumah pada Selasa lalu,” kata Federik, saat dikonfirmasi Tangerang Ekspres. Ditanya tindaklanjut Panwaslu Kecamatan Mauk soal itu, Federik mengatakan, belum merekomendasikan persoalan yang dialami Yosep kepada Bawaslu Kabupaten Tangerang. (zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here